Emil Elestianto Dardak: Pendidikan Sekali Lagi Lentera Kita, Penentu Masa Depan Kita

Senin, 8 Maret 2021 11:32

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak (ISTIMEWA)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak merasa optimis bahwa salah satu program yang diusungnya pada Nawa Bhakti Satya yakni Jatim Cerdas mampu diwujudkan bersama Komisi Nasional Pendidikan (Komnasdik) Jatim.

Salah satu rasa optimis tersebut berasal dari entitas Komnasdik Jatim. “Dan saya yakin dengan Komnasdik Jawa Timur yang sangat aktif kita akan bisa mewujudkan Jatim Cerdas, Insyaallah,” ujar Emil.

Mantan Bupati Trenggalek ini mengatakan dukungan Komnasdik Jatim dalam memajukan bidang pendidikan di Jatim dinilainya sangat diperlukan.

“Untuk itu perlu sekali kita ada semacam referensi-referensi yang bisa kita percaya dan Komnasdik adalah entitas yang kita yakini bahwa keberadaan Komnasdik mampu mewujudkan Jatim Cerdas,” terangnya.

Emil mengatakan ada banyak tantangan yang dihadapi Dinas Pendidikan Jatim saat ini. Tantangan tersebut diantaranya masalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim, perlindungan bagi guru dan tenaga kependidikan, disparitas pendidikan, sistem zonasi saat Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB), sistem digitalisasi pendidikan pada masa pandemi seperti saat ini, dan sebagainya.

“Untuk dapat menjawab semua tantangan tersebut, Dinas Pendidikan Jatim sebagai kepanjangan tangan Pemprov Jatim pada urusan pendidikan membutuhkan mitra kerja yang juga berfungsi sebagai check and balance, kawan berdiskusi, bertukar pikiran terhadap kebijakan yang diambil Pemprov Jatim. Kita perlu ada suatu lembaga yang independen tapi kompeten serta berintegritas,” tegasnya.

Mantan Bupati Trenggalek tersebut menggambarkan bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi Dinas Pendidikan Jatim adalah saat memasuki Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi. Bagaimana sistem tersebut bisa memberikan rasa keadilan bagi masyarakat Jatim yang ingin mendaftarkan putra putrinya di sekolah tertentu berbasis Kartu Keluarga (KK).

Sementara, sistem tersebut membuat sebagian orang berupaya agar anaknya dapat diterima di sekolah tertentu. Salah satunya dengan memasukkan anak mereka ke dalam KK saudara atau teman mereka yang lokasinya dekat anak mereka ke dalam KK saudara atau teman mereka yang lokasinya dekat dengan sekolah yang ingin dituju.

Namun di sisi lain anak tersebut tidak tinggal di keluarga tersebut. “Ini penting karena kalau dari penerimaannya saja orang sudah tidak punya trust (kepercayaan), bagaimana mereka punya trust kepada sistemnya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya kembali menekankan pentingnya eksistensi Komnasdik. Salah satunya adalah untuk mencoba menjembatani, menyampaikan aspirasi atau mengkritisi regulasi. Sehingga ke depan akan ada kebijakan-kebijakan yang lebih konstruktif bagi dunia pendidikan.

Di sisi lain, Emil menilai, insan yang ada di Komnasdik seyogyanya menjadi sebuah figur atau sekelompok figur yang dianggap kompeten. Termasuk paham dan memahami, mengetahui, peduli dan juga berintegritas tinggi terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia pendidikan.

“Bahwa statement yang keluar adalah statement yang memang mencerminkan apa yang diyakini terbaik bagi dunia pendidikan,” tuturnya.

Emil Dardak pun menaruh harapan kepada Komnasdik Jatim agar terus berkolaborasi, bersinergi dengan Pemprov Jatim, utamanya Dinas Pendidikan dalam membangun dan mengembangkan pendidikan di Jawa Timur.

“Harapan saya Komnasdik akan terus menjadi mitra kita untuk membangun, karena apa ? karena pendidikan adalah sekali lagi lentera kita, penentu masa depan kita,” jelasnya.

Sementara Ketua Dewan Pengurus Nasional Komnasdik Prof Burhanudin Tola secara virtual menyampaikan, bahwa Komnasdik bukan sebagai counter terhadap kebijakan pemerintah di bidang pendidikan. Tetapi keberadaannya sebagai mitra harus bersama-sama bekerja membangun pendidikan dan memecahkan persoalan yang dihadapi dunia pendidikan.

Ia mengapresiasi upaya sinergi yang dibangun antara Dinas Pendidikan Jatim dengan Komnasdik Jatim. Ia menilai, berbagai hal yang telah dilakukan kedua lembaga tersebut perlu diadaptasi daerah lain.

“Jawa Timur ini alhamdulillah sudah melakukan berbagai hal bagus untuk nanti bisa dicontoh oleh komnas-komnas di wilayah lain,” katanya. (sb/jpg/fajar)

Bagikan:
1
6
3

Komentar