Kasus Korupsi Bansos, Dirjen Linjamsos Pepen Nazaruddin Disebut Terima Rp1 M

Senin, 8 Maret 2021 19:50

ILUSTRASI: Sejumlah saksi dalam sidang persidangan dugaan suap pengadaan bansos penanganan Covid-19 untuk wilayah Jabode...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso mengakui memberikan uang senilai Rp 8,4 miliar kepada Juliari Batubara selaku Menteri Sosial (Mensos).

Uang itu diduga hasil fee dari pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun anggaran 2020.

Penerimaan uang miliaran rupiah itu diberikan secara bertahap kepada Juliari. Meski demikian, dia tidak mengetahui uang itu dipakai untuk apa oleh Juliari.

“Rp 8,4 miliar saya berikan ke Pak Menteri (Juliari Peter Batubara) melalui Pak Adi (Adi Wahyono mantan PPK Kemensos),” kata Matheus Joko Santoso saat bersaksi dalam persidangan kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial penanganan Covid-19 di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (8/3).

Selain itu, Adi Wahyono juga disebut jaksa penuntut umum (JPU) menerima uang senilai Rp1 miliar, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Dirjen Linjamsos) Kementerian Sosial (Kemensos) Pepen Nazaruddin Rp1 miliar dan Kepala Biro Perencanaan Kemensos Adi Karyono senilai Rp 550 juta. Hal ini lantas ditanyakan Jaksa kepada Matheus Joko Santoso.

Mendengar pernyataan Jaksa, Matheus mengungkapkan rekannya Adi Karyono telah mengembalikan uang tersebut pada 25 November 2020 sebesa Rp 600 juta.

“Saya baru ingat pak, sudah dikembalikan 25 November oleh Pak Adi Karyono Rp 600 juta,” ungkap Matheus.

Komentar


VIDEO TERKINI