KPK Cium Suap di Dirjen Pajak Kemenkeu, Anis Byarwati: Kasus Ini Perlu Evaluasi Besar-besaran

Senin, 8 Maret 2021 12:16

Gedung Kemenkeu

Anak buah Ahmad Syaikhu ini menambahkan, masalah shortfall penerimaan perpajakan ini tidak hanya terjadi tahun 2020 efek pandemi Covid-19.

“Bahkan bisa kita lihat shortfall pajak di tahun 2018 mencapai Rp108,1 triliun dan di tahun 2019 mencapai Rp245,5 triliun,” ujarnya.

Untuk diketahui, KPK menyatakan telah membuka penyidikan terkait kasus dugaan suap pajak di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata kepada wartawan, Selasa (2/3) lalu.

“Kami sedang penyidikan betul, tapi tersangkanya nanti dalam proses penyidikan itu kan mencari alat bukti untuk menetapkan tersangka, ini yang sedang kami lakukan,” katanya.

Alex membeberkan kasus ini diawali dari wajib pajak yang memberikan sejumlah uang, dengan tujuan supaya nilai pembayaran pajaknya menjadi rendah.

“Seperti penanganan pajak sebelumnya, pemeriksaan pajak gimana caranya supaya itu rendah, prinsipnya begitu,” jelasnya.

“Selalu ada imbal balik ketika itu menyangkut perpajakan itu ada kepentingan PT dengan pejabat pajak, kalau mau pajaknya rendah ada upahnya kan gitu,” sambungnya.

Bagikan berita ini:
5
5
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar