Penegasan Polisi, Tersangka Pembunuh Selebgram Ari Pratama Hanya Satu Orang

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Kasus penganiayaan yang berujung pada pembunuhan terhadap selebgram Ari Pratama, saat ini masih didalami oleh aparat kepolisian Polsek Panakkukang.

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Iqbal Usman, mengatakan, kasus ini hanya dilakukan oleh satu orang saja, kekasih korban, Aisyah Alfika, 19 tahun.

"Pelakunya tunggal berinisial AA dan sudah berdasarkan fakta yang kami temukan," katanya di kantornya, Senin (8/3/2021).

Pasalnya, dalam peristiwa yang terekam kamera CCTV di Wisma Topaz, Jalan Topaz Raya, pada Jumat (5/3/2021) pukul 05.00 WITA itu, sempat terlihat hal yang mengganjal.

Pada pukul 05.01 WITA, tersangka Aisyah Alfika langsung keluar dari kamar 214 menuju ke kamar 210 , usai menikam Ari yang lebih dulu keluar dari kamar 214, untuk mencari pertolongan.

Selama berada di dalam kamar 210, berselang 17 detik kemudian dan dari kamar itu juga, keluar seorang lelaki berjaket, celana pendek, dan memakai sendal jepit dan turun ke lantai 1.

Perwira polisi dua balok ini menjelaskan, lelaki tersebut bukanlah bagian dari tersangka Aisyah. Melainkan hanyalah seorang saksi yang melihat peristiwa pertumpahan darah itu terjadi.

"Di rekaman CCTV, lelaki yang mengenakan jaket jenis hoddie itu saksi," ujar Iptu Iqbal.

Dari penelusuran Fajar.co.id, lelaki yang juga terekam kamera CCTV itu diketahui bernama Ersa Sapri, 18 tahun. Dari pengakuannya, dia sama sekali tak kenal dengan Aisyah.

Dia juga tak tahu bahwa Aisyah baru saja menikam Ari Pratama, dan langsung masuk ke kamar yang ia tempati bersama istrinya untuk bersembunyi.

"Dia (AA) tiba-tiba masuk ke kamar saya untuk minta tolong mau sembunyi. Jadi saya persilakan. Lalu saya keluar dari kamar karena memang saat itu saya memang mau keluar," kata Ersa, Minggu (7/3/2021).

Ersa pun mempersilakan AA bersembunyi di kamarnya di bagian kamar mandi. Setelah itu, Ersa pun keluar dari kamarnya menggunakan jaket jenis hoddie, celana pendek dan sendal jepit dan terekam CCTV.

Saat Ersa keluar dari kamarnya, ia kaget saat melihat banyak darah yang berceceran di lantai. Dia pun mengikuti arah ceceran darah itu sampai ke meja resepsionis di lantai 1.

Namun di rekaman CCTV, tampak Ersa mengaku tak tahu dengan perempuan bertopi yang mengikutinya di belakang keluar dari wisma.

Namun saat ia berada di luar wisma, ia melihat banyak ceceran darah. Saat ia keluar lagi ke teras wisma itu, Ersa pun kaget. Ternyata ceceran darah itu milik Ari Pratama.

Di situ Ersa sadar, ternyata wanita yang sempat minta tolong untuk bersembunyi di kamarnya itu adalah pelakunya. Ersa juga sempat berusaha ingin menolong Ari yang sudah kehilangan banyak darah.

"Korban Ari sempat minta tolong untuk duduki dadanya agar darahnya berhenti keluar. Tapi saya tidak bisa," tambahnya saat berbincang dengan Fajar.co.id. (Ishak/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan