Prahara KLB Partai Demokrat, Din Syamsuddin: Tragedi Demorkasi yang Fatal

Senin, 8 Maret 2021 16:50

Din Syamsuddin-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin ikut berkomentar soal Kongres Luas Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Guru besar Pemikiran Politik Islam Fisip UIN Jakarta itu mengaku terusik dengan prahara Partai Demokrat yang dihantam gerakan bertameng KLB.

“KLB itu menampilkan atraksi politik dan tragedi demokrasi yang fatal, menciptakan kegaduhan nasional dan mengganggu tatanan demokrasi Indonesia,” kata Din Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/3/2021).

Ia menjelaskan, pelaksanaan gerakan mengatasnamakan KLB membuktikan upaya pendongkelan kepemimpinan AHY benar adanya.

Padahal sebelumnya, upaya tersebut sempat dibantah oleh beberapa politisi yang terlibat. Mulai dari Moeldoko hingga Marzuki Alie.

“Belakangan, bantahan itu ternyata telah berfungsi semacam self fulfilling prophecy atau hal yang diciptakan untuk menjadi kenyataan,” lanjutnya.

Ia pun mengamini terkait informasi yang didapatnya, bahwa pelaksanaan KLB yang tidak berizin tersebut tidak sesuai dengan AD & ART Partai Demokrat.

“Dan ini bertentangan dengan paradigma etika politik berdasarkan Pancasila,” tandasnya.

Seperti diketahui, hasil KLB Partai Demokrat di Sibolangit, Kabupaten Deliserdang mengukuhkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai ketua umum periode 2021-2025, Jumat (5/3/2021).

“Menimbang dan seterusnya, memperhatikan dan seterusnya, menetapkan Jenderal (Purn) DR Moeldoko sebagai Ketua Umum DPP Demokrat hasil kongres luar biasa periode 2021-2025,” kata pimpinan sidang yang dibacakan Jhoni Allen Marbun. (msn/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI