Program Anies Digarap KPK, Ferdinand: Sudah Gagal Pun Masih Terjerat Korupsi

Senin, 8 Maret 2021 18:14

Ferdinand Hutahaean.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya meningkatkan ke tahap penyidikan kasus kasus dugaan korupsi pembelian tanah di beberapa lokasi untuk program DP 0 Rupiah Pemprov DKI oleh BUMD DKI Jakarta.

Sejumlah pihak juga disebut telah ditetapkan sebagai tersangka. Salah satunya diduga YC, seorang Direktur Utama (Dirut) sebuah BUMD Pemprov DKI.

Politikus Ferdinand Hutahaean pun ikut menyoroti program rumah DP 0 Rupiah yang digagas Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Memasuki tahun keempat kepemimpinan Anies, realisasi program rumah DP Rp 0 baru 0,26 persen atau 780 rumah dari target awal menyediakan 300.000 rumah selama lima tahun,” kata Ferdinand dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Senin (8/3/2021).

Mantan kader Partai Demokrat itu pun menyebut program tersebut gagal. Bahkan kini harus berurusan dengan KPK.

“Ini namanya program gagal, sudah gagalpun masih terjerat korupsi.@aniesbaswedan,” sebutnya.

Sebelumnya, KPK mengakui sedang mengusut kasus dugaan korupsi pembelian tanah di beberapa lokasi, untuk Program DP 0 Rupiah Pemprov DKI oleh BUMD DKI Jakarta.

Salah satunya pembelian tanah seluas 41.921 meter persegi yang berada di kawasan Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kotamadya Jakarta Timur, tahun 2019.

“Benar, setelah ditemukan adanya dua bukti permulaan yang cukup, saat ini KPK sedang melakukan kegiatan penyidikan dugaan korupsi terkait pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, tahun 2019,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam ketika dikonfirmasi, Senin (8/3).

Komentar