Besok, Nasib 3 Polisi Penembak Laskar FPI Ditentukan

  • Bagikan
Rekonstruksi penembakan enam laskar FPI di rest area Tol Jakarta-Cikampek KM50. Foto: Ega/PojokKarawang.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penyidik Bareskrim Polri masih terus mengusut kasus tiga anggota Polda Metro Jaya yang menembak mati 6 anggota laskah FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Rencananya, penyidik akan melakukan gelar perkara dalam waktu dekat ini untuk memutuskan kelanjutan kasus tersebut.

Gelar perkara itu dilakukan untuk meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan. Namun, masih belum diketahui apakah ini berarti nantinya tiga anggota polisi tersebut ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.

“Rencana (gelar perkara) Rabu 10 Maret (2021),” kata kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Selasa (9/3).

Untuk diketahui, sampai saat ini, ketiga anggota Polda Metro Jaya itu masih berstatus terlapor. Ketiganya diduga melakukan unlawful killing terhadap empat anggota laskar FPI saat pengawalan Habib Rizieq Shihab.

Di sisi lain, Amien Rais dan Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) enam laskar FPI mendatangi Istana, Selasa (9/3/2021), sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama 15 menit.

Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan, dalam pertemuan itu, mereka meyakini bahwa telah terjadi pelanggaran HAM berat dalam peristiwa penembakan 6 laskar FPI.

“Mereka menuntut juga agar dibawa ke pengadilan HAM karena pelanggaran HAM berat,” ungkap Mahfud.

Berdasarkan laporan Komnas HAM, menyatakan bahwa peristiwa di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 itu adalah pelanggaran HAM biasa.

“Saya katakan, pemerintah terbuka kalau ada bukti mana bukti pelanggaran HAM berat itu. Mana? Sampaikan Sekarang?” tutur Mahfud.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan