Perampasan Partai Demokrat Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Tadinya Hijau Menjadi Merah

Selasa, 9 Maret 2021 18:20

ILUSTRASI (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID — Pakar sosio-teknologi Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Prof Sulfikar Amir, mengatakan, upaya perampasan Partai Demokrat oleh pihak eksternal partai dapat memengaruhi sektor perekonomian. Karena kualitas demokrasi bergantung pada kualitas partai-partai politik sebagai aktor utama.

“Termasuk soal pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial tergantung pada kualitas demokrasi, dan karenanya pada kualitas partai politik,” kata Prof Sulfikar Amir dalam diskusi via daring yang digelar oleh Proklamasi Democracy Forum (PDF) di Jakarta.

Menurut Sulfikar, ada kecemasan melihat upaya perampasan kepemimpinan Partai Demokrat tersebut. “Dalam agraria, dikenal land grab, atau perampasan tanah oleh pihak yang berkuasa. Dalam politik, ini menjadi power grab, apalagi ada indikasi ini dilakukan secara terorganisasi,” kata dia.

Dampak dari upaya kekuatan eksternal untuk merampas Partai Demokrat (power grab) secara sewenang-wenang mulai terasa di bidang keuangan, tercermin dalam indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menurun.

Sementara itu, Pelaku pasar modal David Sutyanto menyebutkan ada hubungan yang kuat antara kualitas demokrasi dan iklim investasi. Menurutnya, upaya pengambilalihan Partai Demokrat itu membuat iklim investasi menjadi panas. IHSG yang tadinya hijau menjadi merah.

Karena itu, David berharap Pemerintah menyikapi isu ini dengan serius dengan tidak mengesahkan hasil kegiatan yang ilegal, untuk menjaga kepastian hukum dan iklim investasi.

Direktur Eksekutif Voxpol Research and Consulting Center Syarwi Pangi Chaniago juga berharap pemerintah mau bertindak adil, rasional, dan bijaksana menyikapi polemik tersebut.

Komentar


VIDEO TERKINI