Sebut Jokowi Luar Biasa, Ferdinand: Tak Ada Dendam, Meski Sering Direndahkan

Selasa, 9 Maret 2021 17:16

Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. (@FerdinandHaean3/Twitter)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Mantan kader Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean mengaku kagum dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mau meluangkan waktu menerima kunjungan Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) yang terdiri dari Amien Rais, Marwan Batubara, Abdullah Hehamahua dan sejumlah tokoh lainnya.

“Menurut saya pak Jokowi luar biasa meluangkan waktu di tengah kesibukan yang padat untuk menerima orang-orang seperti AR ini,” tulis Ferdinand dikutip twitternya, Selasa (9/3).

Ferdinand mengatakan, sosok Amien Rais selama ini kerap melontarkan kritik-kritikan keras ke Presiden Jokowi. Namun, demi menghormati orang tua, Jokowi tak menyimpan dendam politik kepada mantan Ketua MPR itu.

“Demi menghormati orang sepuh dan menunjukkan tidak ada dendam atau kebencian meski sering direndahkan, Jokowi tetap mendengar. Hebat, saya tak mampu,” ucap Ferdinand.

Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) yang berjumlah 7 orang melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi pada Selasa (9/3) siang tadi. Pertemuan itu, terkait penembakan 6 laskar FPI.

“Ada tujuh orang yang menemui Presiden, ada Pak Amien Rais dan Marwan Batubara. Kepada Presiden mereka menyatakan peristiwa tewasnya enam laskar FPI merupakan pelanggaran HAM berat dan harus dibawa ke pengadilan HAM internasional,” ucap Mahfud dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/3).

Dia menjelaskan, Presiden Jokowi kemudian menjawab bahwa Komnas HAM telah menyelesaikan investigasi dengan hasil empat rekomendasi yang sudah diterima pemerintah. Dan rekomendasi Komnas HAM menurut Mahfud menyatakan peristiwa itu pelanggaran HAM biasa.

Komentar