Warga Meninggal Usai Suntik Vaksin, Pemberian Vaksin Sinovac Tetap Lanjut

Selasa, 9 Maret 2021 17:55

Vaksin Sinovac

FAJAR.CO.ID — Kasus kematian warga setelah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 kembali menghebaohkan Hongkong.

Seorang perempuan berusia 55 tahun menerima vaksin Sinovac pada Selasa (2/3), lalu meninggal dunia pada Sabtu (6/3/2021).

Berdasar hasil otopsi yang baru saja keluar, menunjukkan bahwa perempuan tersebut menderita penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi. Hal ini menurut Ivan Hung Fan Ngai selaku penanggung jawab klinis vaksinasi di Hongkong sebagaimana laporan Global Times, Selasa (9/3/2021).

Para ahli medis Hongkong menyatakan bahwa meninggalnya perempuan tersebut tidak berkaitan dengan suntikan vaksin Sinovac yang diterimanya. Oleh sebab itu, program vaksinasi yang digelar di Hongkong mulai akhir Februari 2021 akan terus dilakukan.

Hingga Minggu (7/3), 91.800 dosis vaksin Sinovac dan 1.200 vaksin Pfizer-BioNTech telah terdaftar di Hongkong. Sekitar 64 persen warga berusia 60 tahun ke atas telah divaksin. Ini berdasar laporan pengawas Pusat Perlindungan Kesehatan pada Departemen Kesehatan Hongkong, Ronald Lam Mankin.

Dia menyebutkan bahwa hingga Sabtu (6/3) pukul 16.00 waktu setempat terdapat 60 orang yang mengalami efek ringan, seperti demam dan sakit kepala, dan 45 kasus lainnya dengan risiko mengalami efek samping hingga perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit telah dilaporkan kepada pihak terkait.

Dua kasus lain yang terjadi pada Sabtu (6/3) hingga Senin (8/3) telah mendapatkan perawatan intensif. Namun, para ahli menyatakan bahwa gejala yang mereka alami bukan disebabkan oleh vaksin.

Sebelumnya, seorang warga Hongkong berusia 63 tahun juga meninggal dunia setelah menerima vaksin Sinovac. Namun, sesuai hasil otopsi, kematian tersebut juga tidak terkait langsung dengan vaksin buatan Tiongkok tersebut. (jpg)

Komentar