Merusak Citra dan Wibawa Polri, Anak Buah Jenderal Listyo Divonis 4 Tahun

Rabu, 10 Maret 2021 18:47

Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte di kursi terdakwa Pengadilan Tipikor Jakarta,...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri, Irjen Pol Napoleon Bonaparte telah divonis empat tahun pidana penjara serta denda Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan. Vonis itu dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PN Jakarta Pusat.

Jenderal polisi bintang dua itu dinilai telah merusak citra, wibawa dan nama baik Polri. Karena menerima suap dari terpidana kasus hak tagih bank Bali Djoko Tjandra senilai SGD 200 ribu dan USD 370 ribu.

“Perbuatan terdakwa sebagai anggota Polri dapat menurunkan citra, wibawa, dan nama baik Polri,” kata Ketua Majelis Hakim, Muhammad Damis membacakan amar putusan di PN Tipikor Jakarta, Rabu (10/3).

Hal itu tertuang dalam pertimbang yang memberatkan vonis Irjen Napoleon Bonaparte. Selain itu, anak buah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu juga dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Bahkan hakim juga menilai, sikap Napoleon selama menjalani persidangan tidak kesatria. Karena meski berstatus aparat penegak hukum, Napoleon tidak mengakui perbuatannya.

“Terdakwa dapat tidak kesatria, ibarat lempar batu sembunyi tangan, berani berbuat tetapi menyangkali perbuatannya. Serta, terdakwa sama sekali tidak menunjukkan penyesalan atas terjadinya tindak pidana dalam perkara ini,” cetus Hakim Damis.

Komentar


VIDEO TERKINI