Paus-Ayatollah

Rabu, 10 Maret 2021 09:05

Disway

Oleh: Dahlan Iskan

PAUS Francis berusia 84 tahun. Ayatollah Ali al-Sistani berumur 90 tahun. Keduanya bertemu, Sabtu lalu. Selama 40 menit. Yang dibicarakan: kekerasan atas nama agama harus diakhiri.

Pertemuan bersejarah itu terjadi di rumah Ali al-Sistani –Grand Ayatollah di Iraq. Di kota Najaf. Iraq bagian selatan. Sudah dekat dengan Iran.

Rumah Sistani berada di dalam sebuah gang yang sempit. Rumah itu sendiri luasnya hanya 70 m2 –sedikit di atas rumah sederhana untuk ukuran Indonesia. Pun itu bukan rumah sang imam sendiri. Itu rumah kontrakan –600.000 dinar Iraq/bulan. Atau sekitar Rp 200.000/bulan.

Paus terbang dari Baghdad –ibu kota Iraq– menuju Najaf. Hanya sekitar 30 menit. Saya pernah jalan darat dari Baghdad ke Najaf: sekitar 2 jam. Bersama istri, anak wedok Isna Iskan, suaminyi, dan cucu pertama Icha.

Saya sampai berkali-kali memutar video berita kunjungan pemimpin tertinggi dunia Katolik ke Najaf itu. Terutama video bagaimana Paus harus turun dari mobil di mulut gang. Lalu harus berjalan menyusuri gang dengan langkah khas orang tua.

Tempat pertemuan itu sendiri memang terlihat sangat sederhana. Ayatollah al-Sistani mengenakan jubah ”kebesaran” seorang imam besar aliran Syiah: serbahitam. Paus mengenakan jubah kepausan: serbaputih.

Kita tidak tahu pembicaraan dua pemimpin agama itu. Semuanya tertutup. Kita hanya tahu dari siaran pers –satu dari Sistani dan satunya dari Paus Francis. Tapi isinya sama: perlunya kekerasan atas nama agama diakhiri.

Komentar