Tegaskan Pleno Pemecatannya Ilegal, Haris Pertama: KNPI Akan Siapkan Kongres Sesuai Konstitusi

Rabu, 10 Maret 2021 22:17

Suasana Rapat Pleno DPP KNPI di Hotel Grand Sahid Jaya, Rabu (10/3). (Foto: Dokumentasi Humas KNPI)

FAJAR.CO.ID — Rapat Pleno Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (10/3), menghasilkan dua keputusan penting.

Rapat pleno yang dihadiri ratusan perwakilan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang tergabung di KNPI dan jajaran pengurus DPP KNPI memutuskan kongres KNPI akan digelar dalam waktu dekat. Kongres diharapkan bisa menjadi pemersatu seluruh komponen KNPI.

Keputusan penting lainnya, rapat pleno menyepakati pengurus yang menggelar rapat pleno yang dipimpin Wakil Ketua Umum KNPI Ahmad A Bahri di Hotel The Ritz-Carlton, Jakarta, Sabtu (6/3) lalu tidak sah.

Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama, menegaskan, rapat pleno di Hotel Ritz Carlton adalah rapat ilegal. Apalagi dalam rapat tersebut tidak ada surat undangan kepada segenap pengurus DPP KNPI.

Ditegaskan Haris, rapat 6 Maret yang dihadiri tidak lebih dari 40 orang untuk memecat dirinya sebagai Ketua Umum KNPI adalah tidak sah. “Saya juga sebagai mandataris pleno tidak pernah mengetahui rapat pleno tersebut,” ujar Haris Pertama usai menggelar rapat pleno hari ini.

Haris mengakui sebelum memberikan sanksi pihaknya telah melakukan pertemuan. Sementara, saat ini Haris Pertama mengatakan dirinya akan fokus mempersiapkan kongres.

“Kita (DPP KNPI) akan menyiapkan kongres yang sesuai konstitusi AD/ART DPP KNPI. Sebelum diadakan kongres, kami akan melakukan tahapan Rapat Pimpinan Paripurna Nasional (Rapimpurnas). Secepatnya akan kami agendakan,” katanya.

Bagikan berita ini:
5
2
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar