Vaksin Buatan Mantan Menkes Sudah Diuji ke Hewan, BPOM Bilang Begini

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meyakinkan bahwa Vaksin Nusantara yang digagasnya aman dan sudah melalui berbagai tahapan yang benar.

Menurut Terawan, Vaksin Nusantara berbasis sel dendritik autolog atau komponen dari sel darah putih, yang kemudian dipaparkan dengan antigen dari Sars-Cov-2.

Sehingga vaksin Nusantara akan memiliki kegunaan individual terhadap sasaran vaksinasi. Bahkan dirinya sudah melakukan uji praklinik pada hewan.

“Saya sudah WA-kan hasil uji praklinis pada binatang soal vaksin safety dan efikasi yang sudah dilakukan oleh pihak ketiga di AS. Maka kami enggak lakukan lagi di Indonesia karena sudah dikerjakan itu hasilnya ada kita akan kirimkan. Jadi vaksin safety dan efficacy pada uji binatang ini juga sudah saya konsultasikan,” tegas Terawan di DPR, Rabu (10/3).

Namun, uji tersebut tak dilakukan di dalam negeri, tetapi di Amerika Serikat. Sedangkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pada dasarnya mendukung segala bentuk vaksin baik dari dalam negeri maupun luar negeri asalkan ada uji klinis pada manusia.

Sementara itu, Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan, BPOM melakukan pengawalan pada pengembangan Vaksin Nusantara. Bahwa ada rencana pertemuan panel hearing terkait vaksin dendritik antara tim peneliti dan ahlinya, yakni komnas penilai obat dari bpom bersama expert panel baik dari ITAGI, komnas penilai obat, ahli farmakologi, biomolekuler.

“Ternyata data tersebut tidak sama dengan data yang disampaikan. Sudah kami review tembusan ke Kemenkes untuk dapatkan respons tim peneliti. Untuk diberikan kesempatan lakukan hearing yang sudah disepakati 16 Maret 2021. Informasi uji fase I, ada catatan terkait komite etik, meskipun persetujuan etik bersifat universal di mana saja berlaku. Haruslah bertanggung jawab dengan uji klinis terutama keselamatan subjek penelitian,” tegas Penny.

  • Bagikan