Amien Rais Akhirnya Temui Jokowi, Teddy: Ini Menunjukkan ke Publik Bahwa Dia tak Patut Diteladani

Kamis, 11 Maret 2021 17:40

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi-- twitter

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Politikus PKPI, Teddy Gusnaidi menyentil mantan Ketua MPR, Amien Rais yang bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara pada Selasa kemarin.

Teddy mengatakan, bahwa dengan pertemuan itu menunjukan bahwa Amien Rais merupakan tokoh yang tak patut diteladani

“Pak Jokowi berhasil menunjukkan ke publik bahwa Amien Rais adalah tokoh yang sangat tidak patut diteladani,” ujar Teddy dikutip akun twitternya, Kamis (11/3).

Pasalnya, Amien Rais dinilai tidak konsisten dengan pernyataannya. Sebelumnya pendiri Partai Ummat ini sesumbar tidak akan bertemu Presiden jika diundang ke Istana Negara

“Sebelumnya sesumbar menolak jika diundang Jokowi dan ketemu Jokowi di Istana. Sekarang Amien rais yang memohon bertemu dan pertemuannya ternyata di istana. Inkonsisten,” kata Teddy Gusnaidi.

Lebih lanjut, Teddy Gusnaidi menyentil Amien Rais yang membawa-bawa ancaman neraka di hadapan Presiden.

“Amien rais merasa hebat bisa bertemu dengan Jokowi lalu bicara soal neraka. Padahal tanpa dia sadari dia masuk dalam perangkap,” katanya.

“Saya yakin tujuan Jokowi bukan untuk mendengarkan ocehan ngawur, Jokowi hanya ingin menguji pendirian amien, ternyata amien lemah dan tidak punya pendirian,” sambung Teddy Gusnaidi.

Diketahui, Amien Rais dan sejumlah tokoh yang tergabung dalam Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3), melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara,

Pertemuan bersama Jokowi hanya berjalan 15 menit. Mereka meyakini adanya pelanggaran HAM berat terhadap penembakan 6 laskar FPI.

Hal ini disampaikan Menko Polhukam Mahfud Md dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (9/3).

“Pertama, harus ada penegakan hukum sesuai dengan ketentuan hukum, sesuai dengan perintah Tuhan bahwa hukum itu adil dan yang kedua ada ancaman dari Tuhan kalau orang membunuh orang mukmin tanpa hak maka ancamannya neraka jahanam,” ujar Mahfud.

Mahfud mengatakan TP3 yakin kasus tewasnya laskar FPI merupakan pelanggaran HAM berat. Mereka ingin kasus tersebut dibawa ke pengadilan HAM.

“Kemudian diurai apa yang terjadi pertama, tujuh orang yang diwakili oleh Pak Amien Rais dan Pak Marwan Batubara tadi menyatakan mereka menyatakan keyakinan telah terjadi pembunuhan terhadap enam laskar FPI dan mereka meminta agar ini dibawa ke pengadilan HAM karena pelanggaran HAM berat, itu yang disampaikan kepada Presiden,” kata Mahfud. (dal/fin).

Bagikan berita ini:
5
9
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar