Kasus Prostitusi Marak di Makassar, PPPA Sulsel Akui Sulit Memberantas

Kamis, 11 Maret 2021 19:43

Kepala UPT Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPA) Sulsel, Meisy Papayungan dalam acara menyongsong Hari Ibu tahu...

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kepala UPT Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Sulsel, Meisy Papayungan, mengakui sulitnya menumpas kasus prostitusi, baik offline maupun online terutama di Ibu kota Provinsi Sulsel, Makassar.

Menurutnya hanya dua yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi kasus prostitusi, yakni dengan melakukan edukasi dan razia.

“Seberapa banyak ji daerah di sini yang pemerintah bisa pantau. Dan mungkin satu kali dirazia keliling, karena banyaknya tempat. Selang waktu itu bisa saja terjadi lagi,” kata Meisy kepada fajar.co.id, Kamis (11/3/2021).

Meisy menegaskan bahwa, selain pemerintah, orangtua mestinya memiliki peranan lebih besar dalam mencegah sang anak untuk terjun ke dunia prostitusi.

“Paling penting adalah keluarga. Orangtua yang bisa mengendalikan anaknya. Yang bisa memantau anaknya kan harusnya orangtua,” lanjut Meisy.

Lebih lanjut, Meisy menjelaskan bahwa yang menjadi persoalan sekarang adalah, ada juga orangtua merasa tidak masalah dengan yang dilakukan oleh anaknya dengan alasan ekonomi.

“Sebagian besar tidak, tetapi ada juga kemudian yang sebagian juga orangtuanya tahu. Tapi kan karena mudah dapat duit, itu kemudian orangtua mungkin menutup mata saja,” tuturnya.

Ada pun data prostitusi yang pasti di Sulsel, menurutnya tidak ada yang real. Karena selama ini yang didata hanyalah yang mengadu dan dilayani. “Kebetulan kami di layanan yang kami catat,” imbuhnya. (mg10/fajar)

Bagikan berita ini:
6
10
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar