KLB Deli Serdang, Demokrat Kubu AHY: Moeldoko Harus Out dari Istana!

Kamis, 11 Maret 2021 11:30

Moeldoko

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono, Irwan mengatakan bahwa Kepala Staf Presiden Moeldoko telah menjadi beban politik bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, Moeldoko sebaiknya hengkang dari Istana akibat kekisruhan ini.

“Dengan peristiwa KLB ilegal ini tentu Moeldoko telah menjadi beban politik, sosial, hukum dan lebih bahayanya lagi jadi beban ekonomi bagi Presiden Jokowi di tengah fokus negara untuk pemulihan ekonomi sosial di tengah pandemi Covid-19,” ujar Irwan kepada wartawan, Kamis (11/3).

Irwan mengatakan dengan melakukan KLB ilegal ini, kredibilitas pemerintahan Jokowi di hadapan para investor tentu akan jatuh. “Apa yang dilakukan Moeldoko mempengaruhi kredibilitas pemerintahan di mata investor. Karena ada ketidakpastian hukum dalam pemerintahan,” katanya.

“Investor akan takut untuk berinvestasi di Indonesia. Demokrat yang memiliki kekuatan politik saja diperlakukan tidak adil oleh bagian elemen kekuasaan. Ini preseden buruk tentunya pada iklim investasi,” tambahnya.

Irwan masih ingat Jokowi beberapa waktu lalu berkomitmen menegakkan demokrasi. Ini artinya, Jokowi menjaga agar partai-partai politik yang berada di luar pemerintahan untuk tidak dilemahkan.

“Moeldoko harus out dari Istana karena telah terlibat gerakan pengambil alihan kepemimpinan Partai Demokrat,” pungkasnya.

Sekadar informasi terjadi dualisme kepengurusan Partai Demokrat. Kubu yang kontra terhadap AHY menyelenggarakan KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara. Hasil KLB tersebut terpilih Moeldoko sebagai ketua umum periode 2021-2026.

Komentar


VIDEO TERKINI