Memprihatinkan, Guru Agama Honorer Tidak Termasuk dalam Program Rekrutmen 1 Juta Guru PPPK

Kamis, 11 Maret 2021 13:02

ILUSTRASI. Aksi guru honorer yang terus memperjuangkan hak-haknya-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid melihat adanya ketidakadilan dalam program rekrutmen 1 juta guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2021 dari KemenPAN-RB hanya untuk guru-guru di bawah Kemendikbud atau belum mengalokasikannya buat guru-guru agama Islam/non Islam yang bernaung di bawah Kemenag.

Hal itu membuat banyak organisasi guru agama seperti Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam se-Indonesia menyuarakan keprihatinan karena merasa tidak diperhatikan.

Untuk itu, Hidayat meminta agar pemerintah berlaku adil dan mendesak Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mempertemukan KemenPAN-RB, Kemenag serta Kemendikbud agar menetapkan alokasi rekrutmen PPPK untuk guru-guru agama honorer.

Hidayat mengingatkan, guru agama selama ini memegang peran penting dalam mengimplementasikan UUD NKRI 1945 pasal 31 ayat (3 dan 5) yakni penyelenggaraan pendidikan yang meningkatkan keimanan, ketakwaan serta akhlak mulia bangsa secara berkualitas.

Namun, peran penting tersebut sering kali tidak mendapatkan apresiasi dan keberpihakan negara, salah satunya tidak dialokasikannya guru agama dalam program PPPK tersebut.

“Padahal, kami sejak awal telah mengingatkan agar guru agama diikutsertakan dalam rekrutmen tersebut, dan KemenPAN-RB pun menyatakan bahwa Kemendikbud hanya memasukkan sekitar 568 ribu dari formasi 1 juta guru PPPK. Jadi masih tersedia 432 ribu formasi guru PPPK yang mungkin diangkat dari kalangan guru agama,” kata Hidayat, dalam keterangannya, Kamis (11/3/2021).

Komentar


VIDEO TERKINI