Banyak Perempuan Cabut Laporan Pelecehan Seksual karena Takut Aib Tersebar

Jumat, 12 Maret 2021 09:08

ILUSTRASI. Pelecehan seksual

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya mengaku menerima banyak laporan pelecehan seksual sepanjang 2020 hingga awal 2021. Hanya saja, banyak pelapor yang memutuskan mencabut laporan.

Menurut Pengacara Publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya Yaritza Mutiara Ningtyas, sebagian besar korban/penyintas menganggap laporan sebagai aib. Sehingga, tidak ingin dipublikasikan kepada khalayak.

”Banyak laporannya. Tapi saat setelah dilaporkan, korban/penyintas mundur dari proses menggugat. Ada juga yang orang tuanya belum tahu, kami bantu untuk soal surat menyurat. Lalu di pertengahan jalan juga menyerah (mencabut gugatan). Itu dianggap aib, kalau sudah blow-up nanti banyak orang tahu dan masa depan dia terganggu,” tutur Yaritza Mutiara Ningtyas pada Kamis (11/3).

Sepanjang 2020, dia mencatat ada 551 korban atau penyintas pelecehan seksual di Jawa Timur. Namun, tidak semua berani mengutarakan kasusnya. Bentuk kekerasan dan pelecehan yang terjadi cukup banyak. Di antaranya, pencabulan, pemerkosaan, serta kekerasan fisik dan psikis. Paling tinggi, kasus pemerkosaan dengan angka 51 kasus.

Bagikan berita ini:
1
7
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar