Oknum TNI Bogem Operator SPBU di Gowa Berujung Damai

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, GOWA - Viralnya sebuah rekaman video pemukulan yang dilakukan oknum anggota TNI di SPBU yang berada di Jalan Poros Malino, Kabupaten Gowa pada Rabu, (10/3/2021) kemarin rupanya telah berakhir damai.

Oknum TNI yang bertugas di Kodim 1409 Gowa ini telah dipertemukan dengan operator SPBU sebagai korban, bernama Fajar di rumahnya di wilayah Kecamatan Pallangga, Gowa, Kamis malam (11/3/2021) kemarin.

Ps Intel Kodim 1409 Gowa, Kapten Inf Rudi Sitaba, membenarkan, bahwa anggota TNI dalam video dengan operator SPBU tersebut dan telah saling memaafkan. Korban pun, kata dia, tidak mengalami luka serius atas pemukulan yang ia alami saat itu.

"Sudah selesai secara kekeluargaan dari pihak yang dipukul itu, sudah bersedia memaafkan dengan orang tuanya dan keluarganya," katanya, Jumat (12/3/2021).

Dia juga membenarkan, bahwa oknum anggota TNI yang memukul tersebut bertugas di Kodim 1409 Gowa. Menurutnya, peristiwa itu terjadi hanya ada kesalahpahaman antara anggota TNI itu dengan operator SPBU tersebut.

"Tidak ada laporan atas kejadian ini. Itu memang salah satu anggota kami terus terang. Ini juga hanya miss komunikasi. Ini juga karena situasi dan kondisi. Namanya juga di lapangan. Buru-buru atau bagaimana kan. Tidak ada niat untuk ini mencederai," jelasnya.

Setelah kedua pihak telah didamaikan, pihaknya meminta agar video berdurasi 2.44 detik yang sudah telanjur viral tersebut untuk dilakukan pembersihan.

"Kasus sudah selesai, tidak ada laporan hanya karena adanya viral postingan di Facebook sehingga kami mencari dan melakukan penyelidikan siapa oknum TNI tersebut yang diposting di FB," jelasnya dalam sambungan telepon kepada fajar.co.id.

Sebelumnya diberitakan, pengendara sepeda motor berplat TNI naik pitam. Kepalan tangannya membogem seorang operator SPBU di Jalan Poros Malino, Kabupaten Gowa.

Peristiwa itu terekam kamera CCTV dan tersebar luas di Facebook. Dalam keterangan video tersebut dijelaskan, pemotor berplat TNI yang memukul itu diduga enggan antri saat ingin mengisi bahan bakar.

Rekaman CCTV berdurasi 2.14 detik itu terlihat, awalnya pemotor berplat TNI, bermantel hitam dan memakai helm itu berada di mesin pengisian BBM khusus sepeda motor sebelah kiri.

Sementara operator SPBU itu berada di mesin pengisian sebelah kanan, dan sedang melayani pemotor lain yang juga sedang antri untuk mengisi bahan bakar.

Pemotor berplat TNI itu tampak gelisah di atas motor trail yang ia kendarai, sambil melihat ke arah sebelah kanan operator SPBU tersebut. Di sana, tampak dia tak dilayani oleh operator SPBU tersebut.

Hingga pada menit ke 01.10 detik, pemotor tersebut memundurkan sepeda motornya lalu maju ke arah operator SPBU yang sedang sibuk melayani tersebut.

Dan pada menit ke 01.20 detik, pemotor tersebut langsung memukul operator SPBU tersebut menggunakan tangan sebelah kirinya. Operator itu pun kaget atas pemukulan yang mengenai punggung belakangnya itu.

Usai dipukul, operator itu juga sempat berbicara dengan pemotor berplat TNI tersebut. Namun itu hanya berselang beberapa detik saja. Setelah itu, operator SPBU yang diketahui bernama Fajar itu akhirnya pergi secara perlahan dari posisinya tersebut.

Sementara pemotor lain yang melihat pemukulan itu, tak bisa berbuat apa-apa. Lalu pada menit ke 02.08 detik, pemotor berplat TNI itu pun pergi meninggalkan mesin pengisian BBM tersebut.

Saat jurnalis fajar.co.id mendatangi SPBU itu, petugas di sana pun membenarkan peristiwa itu yang terjadi pada Rabu, (10/3/2021) sekitar pukul 09.00 WITA.

Informasi yang diterima di sana, pemotor berplat TNI tersebut marah dan diduga tak mau antri saat ingin mengisi BBM, hingga akhirnya memukul operator tersebut.

"Iya benar memang kejadian kemarin (hari Rabu). Korbannya itu keluarga saya namanya Fajar. Sekarang dia sudah dua hari tidak masuk kerja pasca kejadian itu," kata keluarga sekaligus rekan kerja korban Fajar, Akbar di lokasi. (Ishak/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan