Tanaman Obat Covid-19 Ada Dalam Alquran, Ini Penjelasan Guru Besar UII

Jumat, 12 Maret 2021 22:59

uru Besar Bidang Farmasetika Universitas Islam Indonesia (UII) Prof Yandi Syukri saat menyempaikan pidato ilmiah dalam R...

Menurut dia, salah satu studi pemodelan molekul (molecular docking) untuk memprediksi interaksi protein host-virus di lokasi masuknya SARS-CoV-2 menunjukkan efek penghambatan konstituen jahe (zingiber officinale) sebagai penghambat masuk virus SARS-CoV-2 dengan menggunakan semua protein inang dan asal virus.

Selain itu, kata dia, jahe merupakan suplemen peningkat kekebalan alami serta bahan penyusun formulasi herbal yang direkomendasikan Badan POM sebagai tindakan pencegahan untuk meningkatkan kekebalan tubuh setelah wabah Covid-19.

”Sehingga sebagai penghambat masuk SARS-CoV-2, jahe juga dapat menjadi suplemen yang aman dan andal untuk memitigasi Covid-19 untuk mengurangi infektivitas karena juga memiliki aktivitas antibakteri dan pendorong imunitas,” terang Yandi Syukri.

Adapun jintan hitam atau habatussauda, menurut dia, memiliki aktivitas antivirus, antioksidan, antiradang, antikoagulan, imunomodulator, bronkodilator, antihistaminik, antitusif, antipiretik, dan analgesik.

”Sehingga ini akan menjadi kandidat herbal potensial untuk mengobati pasien dengan Covid-19,” tutur Yandi Syukri.

Saat ini, kata Yandi, pengobatan alami digunakan sekitar 80 persen populasi dunia, terutama di negara berkembang untuk perawatan kesehatan primer. Sebab, dapat diterima secara budaya serta kemudahan akses dan keterjangkauan.

Bagikan berita ini:
7
9
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar