Transaksi Berbuat Terlarang Disepakati, Pelaku Kaget, yang Datang Petugas

Jumat, 12 Maret 2021 21:20

Ilustrasi diborgol

FAJAR.CO.ID — Pria paruh baya berinisial MAZ (45) berpikir tempat keramaian seperti di mal lebih aman, ternyata gerak-geriknya sudah terpantau Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB.

Rencana transaksi narkoba jenis sabu seberat 196,06 gram yang dibawa MAZ pun gagal. MAZ ditangkap saat bertransaksi dengan pelaku lain berinisal RFA (32), warga Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

MAZ yang merupakan warga Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara itu membawa masuk narkoba ke Mataram melalui pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

Kepala BNNP NTB Brigjen Pol I Gede Sugianyar Dwi Putera mengatakan sebelum menangkap MAZ, pihaknya lebih dahulu menangkap RFA, pada Selasa (9/3/2021). Dari pengakuan RFA, didapatkan informasi bahwa dia akan bertransaksi sabu-sabu dengan MAZ.

Tim Berantas BNNP NTB pun meminta RFA menyepakati tempat transaksi dengan MAZ. “Tempat transaksi kemudian disepakati di Mataram Mall, Jalan Cilinaya, Kota Mataram. Tepatnya di dalam sebuah restoran cepat saji,” ujar Sugianyar.

Begitu tempat transaksi disepakati, salah satu tim BNNP NTB kemudian menyamar menjadi RFA dan menghubungi pelaku.

Sekitar pukul 11.00 Wita, MAZ datang. Begitu dapat dipastikan orangnya, tim Berantas BNNP NTB yang sudah siap-siap di lokasi langsung menyergap MAZ.“Dari MAZ didapati satu buah klip berisikan kristal bening yang diduga narkoba golongan satu jenis metamfetamin atau biasa disebut sabu-sabu seberat 196,06 gram,” bebernya.

Komentar