7 ASN Pemprov yang Jalani Pemeriksaan Atas Kasus NA Hanya Menjabat Sebagai Staf

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sebanyak tujuh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Sulsel atas kasus yang menjerat Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah, hanya menjabat sebagai staf.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Imran Jausi. Menurutnya, ketujuh pegawai tersebut merupakan staf yang bekerja di Biro Pengadaan Barang dan Jasa.

“Mereka staf di Biro Pengadaan Barang dan Jasa. Kalau tidak salah mereka ada tim teknis/kelompok kerja untuk proses lelang barang dan jasa,” kata Imran kepada Fajar.co.id, Sabtu (13/3/2021).

Ketujuh pegawai itu di antaranya Herman Parudani, Ansar, Hizar, Suhasril, A. Yusril Mallobasang, Asirah Massinai dan Astrid Amirullah.

Namun, Imran menolak untuk berkomentar lebih jauh. Karena menurutnya, itu akan menjadi ranahnya jika ada dugaan pelanggaran.

“Pelanggaran disiplin yang ditangani oleh BKD. Mungkin mereka hanya sebatas untuk diminta keterangan dan klarifikasi,” lanjut Imran.

Sebagaimana diketahui enam lokasi yang telah digeledah oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut kasus Nurdin Abdullah termasuk Biro Pengadaan Barang dan Jasa yang berada di Kantor Gubernur Sulsel.

Lima di antaranya adalah Kediaman Pribadi Nurdin Abdullah, Rujab Gubernur, Rumah Agung Sucipto, Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel serta Rumah Jabatan Sekdis PUTR.

  • Bagikan