Pemilu dan Pilkada Serentak 2024, Bawaslu Minta KPU Segera Lakukan Ini

Sabtu, 13 Maret 2021 13:47

Ilustrasi Pemilu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dengan tidak masuknya RUU Pemilu ke dalam Prolegnas Prioritas 2021, dipastikan pelaksanaan Pilkada Serentak dan Pemilu akan dihelat di tahun sama. Pesta demokrasi lima tahunan pada 2024 mendatang akan menjadi tugas berat bagi penyelenggara pemilu.

Perlu kesiapan yang matang. Atau belajar dari pengalaman lalu agar kesalahan sama tidak terulang. Termasuk daftar pemilih yang kerap menjadi persoalan dalam pelaksanaan pemilu atau pilkada.

Ketua Bawaslu Abhan meminta dalam merumuskan daftar pemilih Pemilu 2024 perlu dilakukan identifikasi persoalan dari daftar pemilih Pemilu 2019 dan daftar pemilih Pilkada Serentak 2020 lewat penguatan sinergi antara penyelenggara pemilu.

“Dua event yang telah kita lalui baik Pemilu 2019 dan Pilkada 2020, saya kira bisa menjadi pijakan dalam mengidentifikasi seperti apa persoalan daftar pemilih,” katanya lewat keterangan resminya, Jumat (12/3).

Ia melanjutkan, pentingnya mengidentifikasi persoalan daftar pemilih, lanjut dia, lantaran hal itu kerap menjadi masalah dan ramai diperbincangkan masyarakat. Bahkan, Abhan mengakui permasalahan daftar pemilih ini menjadi gugatan sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Setiap pemilu dan pemilihan persoalan daftar pemilih mesti menjadi hal yang ramai didiskusikan publik. Biasanya gugatan sengketa hasil MK tidak lepas dari persoalan daftar pemilih,” ujarnya.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum juga melakukan Rapat pimpinan (Rapim) 2021. Rapat yang dihadiri para ketua dan sekretaris KPU di 34 provinsi juga memuat pesan kesiapan bagi jajaran KPU dalam menghadapi penyelenggaraan pemilu dan pemilihan yang akan berlangsung simultan di 2024 nanti.

Komentar


VIDEO TERKINI