Utang Pemprov Diproyeksi Hingga Rp600 Miliar, Uang Bantuan Keuangan Ikut Dipangkas

Sabtu, 13 Maret 2021 11:57

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Darmawan Bintang -- fajar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR— Refocusing besar-besaran membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mengencangkan ikat pinggang. Utang ke pihak ketiga ternyata sangat besar, mencapai Rp600 miliar.

Atas kondisi tersebut beberapa program strategis yang sebelumnya direncanakan akan terpangkas. Salah satunya Program bantuan keuangan daerah dengan anggaran Rp500 miliar.

Bantuan tersebut kini hanya Rp250 miliar saja. Sementara, program atau tender proyek lain ikut tertunda.

Sejumlah lelang proyek prioritas Pemprov ikut tertunda. Dua di antaranya yakni Manajemen Kontstruksi Stadion Mattoanging. Di mana, proyek ini menghabiskan anggaran Rp30 miliar.

Sementara untuk Masjid CPI, lelangnya juga tertunda. Kelanjutan bangunan peninggalan era Gubernur Syahrul Yasin Limpo tersebut juga berhenti sementara. Anggarannya sebesar Rp23,5 miliar.

Menanggapi itu, Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sulsel, Andi Darmawan Bintang mengatakan, penundaan ini tak akan lama.

Menurutnya semua yang masuk dalam prioritas Pemprov akan tetap berjalan. Tak ada yang terpangkas anggarannya.

Terpisah, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUTR Sulsel, Haeruddin mengatakan, sejauh ini belum ada perubahan pagu anggaran untuk Masjid 99 Kubah. Pun informasi penundaan lelang proyek tersebut juga belum dia terima.

Meski begitu, Haeruddin berharap program pembangunan tetap dilanjutkan. Tak terdampak refocusing. “Apalagi kita mendengar suara masyarakat. Sudah banyak yang ingin beribadah di masjid tersebut. Makanya tanggung jawan pemprov menuntaskannya,” jelasnya.

Bagikan berita ini:
3
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar