Chusnul Mar’iyah: Siapa pun yang Dinilai Menjadi Ancaman Penguasa, Bakal Menjadi Target Operasi

Minggu, 14 Maret 2021 17:26

Ilustrasi Partai Demokrat

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Chusnul Mar’iyah mengatakan, aksi kudeta yang dilakukan kubu Moeldoko terhadap kursi Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bukan hanya untuk memuluskan pencalonan kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) itu di Pilpres 2024.

Namun, kata perempuan kelahiran 1961 itu, ada berbagai kepentingan lainnya, termasuk oligarki ekonomi dan politik.

Menurut dia, ada bayang-bayang kepentingan besar yang menyusup di belakang aksi kudeta tersebut.

“Semuanya untuk kepentingan 2024,” ujar dosen Ilmu Politik di UI ini dalam akun Realita TV di YouTube.

Partai Demokrat, lanjutnya, dinilai menjadi ancaman lantaran berhasil merebut simpati rakyat dengan jargon ‘berkoalisi dengan rakyat’.

Jargon ini menurut Chusnul, mengena ke hati masyarakat karena rakyat sudah jenuh dengan kondisi mayoritas partai yang mengekor di belakang pemerintah.

“Jadi siapa pun yang dinilai menjadi ancaman bagi penguasa bakal menjadi target operasi,” ucapnya.

Bahkan sebelum Demokrat dipecah-pecah, kata Chusnul, sejumlah petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dan tokoh yang kritis ditangkapi. Dia mencontohkan kasus Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan lainnya.

“Jadi ini yang oposisi dihabisi. Balik lagi model otoriter di rezim orde baru,” katanya.

Dia juga menyoroti pidato Moeldoko di Sibolangit, Deli Serdang Sumatera Utara sesaat setelah KLB Demokrat.

Komentar