Pemerintah Coret Abu Batu Bara dari Daftar Limbah Beracun, Ini Reaksi Keras Akmal Pasluddin

Minggu, 14 Maret 2021 17:08

Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin -- istimewa

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pemerintah memutuskan mengeluarkan abu batu bara dari limbah bahan berbahaya beracun (B3). Aturan ini tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan dan Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Peraturan pemerintah yang baru saja dikeluarkan ini telah ditetapkan, diundangkan dan berlaku sejak tanggal 2 Februari 2021.

Reaksi keras dilayangkan Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin terkait adanya ketentuan yang menetapkan abu batu bara (fly ash dan bottom ash atau FABA) tidak lagi dikategorikan sebagai limbah B3. Padahal abu batu bara itu selain membahayakan masyarakat, juga telah menyalahi konstitusi negara Indonesia.

“Ini jelas melanggar konstitusi. Lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28H Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Oleh karena itu pelonggaran regulasi dan penghapusan abu batu bara dari kategori B3 adalah bentuk pelanggaran konstitusi,” tandas Akmal dalam keterangan tertulis, Minggu (14/3/2021).

Akmal mengatakan, peraturan ini baru saja diketahui publik pada awal Maret ini, karena DPR RI dan masyarakat baru mendapat sosialisasinya dan menyadari betapa bahayanya peraturan ini bila dibiarkan dan berjalan di masa yang akan datang.

Legislator PKS dapil Sulawesi Selatan II ini sangat menyayangkan sikap pemerintah yang mengedepankan kepentingan ekonomi, dengan memperhitungan FABA sebagai bahan baku ekonomis, namun cenderung mengabaikan kepentingan masyarakat.

Komentar