Besok HRS Mulai Disidang, Tengku Zul Ingin Lihat Cara Mati Jaksanya Kelak

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Sidang perdana eks imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab atau HRS atas kasus pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 akan digelar besok Selasa (16/3/2021) di PN Jakarta Timur.

Mantan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustaz Tengku Zulkarnain ikut berkomentari keputusan Kejaksaan Agung soal dakwaan terhadap eks pentolan FPI Habib Rizeq Shihab.

Seperti diketahui, Kejaksaan Agung akan mendakwa eks Habib Rizieq dengan lima pasal dakwaan alternatif.

Melalui akun Twitter @ustadtengkuzul, Minggu (14/3/2021), Tengku Zulkarnain melontar komentar pedas.

"Ya Allah berikan kesempatan hamba melihat bagaimana matinya si Jaksa itu kelak," cuitnya.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur Alex Adam Faisal mengatakan sidang perdana tersebut akan dilakukan secara daring atau virtual. Selain itu, kemungkinan sidang perdana akan digelar pada pukul 09.00 WIB pagi.

"Tergantung kesiapan dari Jaksa Penuntut Umum, apakah sudah siap, karena ini untuk sidang pertama ini akan dilakukan secara online atau virtual," kata Alex saat dikonfirmasi, Senin (15/3).

Alex menambahkan, sidang perdana yang dilakukan secara virtual, artinya Habib Rizieq akan menjalani persidangan dari ruang tahanan.

"Kalau secara virtual artinya, terdakwa itu berada di ruang tahanan," ujar Alex.

"Melihat ini sidang pertama kemungkinan yang akan digunakan adalah ruang sidang utama," lanjut Alex.

Meski dilaksanakan secara daring, pihak PN Jakarta Timur tetap berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengamankan jalannya sidang.

Seperti diketahui, jaksa mendakwa HRS dengan lima pasal dakwaan alternatif. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung menjelaskan pasal-pasal yang akan didakwakan terhadap Habib Rizieq.

Pasal-pasal tersebut adalah Pasal 160 KUHP jo Pasal 99 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 216 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kemudian Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 82A ayat (1) jo 59 ayat (3) huruf c dan d UU Nomor 16 Tahun 2017 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas UU Nomor 17 Tahun 2013 tenang Organisasi Kemasyarakatan menjadi UU jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 10 huruf b KUHP jo Pasal 35 ayat (1) KUHP.

Lalu, Habib Rizieq juga bakal didakwa dengan Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, subsidiair Pasal 14 ayat (2) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana

Kemudian Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, atau Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, atau ketiga: Pasal 216 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.(msn-jpnn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan