Permintaan Migas Turun, Ekspor Indonesia di Februari Anjlok

Senin, 15 Maret 2021 19:03

Ilustrasi (Dok.JawaPos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kinerja ekspor pada Februari 2021 mengalami kontraksi akibat permintaan terhadap Minyak dan Gas Bumi (Migas) menurun.

Tercatat nilai ekspor Februari 2021 turun tipis sebesar 0,19 persen menjadi USD15,27 miliar.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, pasar ekspor untuk komoditi migas pada Februari 2021 mencapai USD860 juta atau turun 2,63 persen jika dibandingkan Januari 2021 (month to month / mtom) senilai USD880 juta.

Sementara ekspor produk non migas turun tipis 0,04 persen dari USD14,41 miliar menjadi USD14,40 miliar mtom. Namun secara tahunan ekspor produk migas masih mengalami kenaikan 6,90 persen.

“Ini terjadi karena adanya penurunan ekspor migas 2,63 persen dan non migas turun sangat tipis 0,04 persen. Namun secara tahunan keduanya justru menggembirakan karena adanya kenaikan ekspor migas dan non migas,” ujar Suhariyanto secara virtual, Senin (15/3).

Sementara itu untuk ekspor produk pertanian pada periode itu juga tumbuh negatif sebesar 8,96 persen (mtom), namun secara year on year (yoy) naik 3,16 persen menjadi USD310 juta.

Bagikan berita ini:
7
1
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar