KLB PD Masih Berpolemik, Moeldoko Diminta Tanggalkan Jabatan KSP

Selasa, 16 Maret 2021 20:52

KLB kubu Moeldoko.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Moeldoko dianggap lebih efektif mundur dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Alasannya, jabatan Ketum Demokrat versi KLB masih dan sangat menyita waktu, tenaga, pikiran dan terlebih membutuhkan pengorbanan yang luar biasa.

Pengamat Politik Emrus Sihombing menilai, alangkah bijaknya jika Ketum versi KLB mundur dari semua jabatan publik. Yakni untuk fokus mengurus berbagai hal terkait partai yang baru dipimpinnya.

Terlebih masih terbelit berbagai masalah dan atau dinamika politik, baik dari di internal produk KLB, maupun dari eksternal, yang mereka sebut sebagai pemimpin demisioner.

“Sampai saat ini, interaksi antara kubu faksi KLB (FKLB) dengan kubu faksi Legal Formal (FLF) di Demokrat masih terus memanas. Para pihak masih tetap berupaya menguasai pertempuran politik agar salah satu pihak tereliminasi di ruang-ruang publik politik,” kata akademisi Universitas Pelita Harapan ini, Selasa (16/3).

Pria yang juga menjabat Direktur Eksekutif Emrus Corner ini melanjutkan, salah satu awal bentuk kemenangan, FKLB harus berusaha dan bekerja keras agar memperoleh dan memiliki pengakuan legal formal ke depan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

“Untuk itu, menurut saya, FKLB harus melengkapi semua persyaratan yang terkait secepat-cepatnya dan mengajukannya sesegera mungkin ke Kemenkumham. Harus dikerjakan serius, fokus, teliti dan cermat. Jadi, jangan dilakukan dengan paruh waktu dan setengah hati,” bebernya.

Bagikan berita ini:
6
7
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar