Presiden Ajak Benci Produk Asing, Eh… Malah Impor Beras 1 Juta Ton

Selasa, 16 Maret 2021 18:35
Belum ada gambar

ILUSTRASI Stok beras di gudang Bulog -- jawa pos

Lutfi mengakui, berdasarkan data BPS, produksi beras nasional alami kenaikan tipis 0,07 persen menjadi mencapai 31,63 juta di 2020. Kenaikan produksi pun diperkirakan berlanjut di 2021.

Potensi produksi beras sepanjang Januari-April 2021 diperkirakan mencapai 14,54 juta ton, naik 3,08 juta ton atau 26,84 persen dibandingkan produksi pada periode sama di 2020 yang sebesar 11,46 juta ton.

Oleh sebab itu, pemerintah memerlukan stock atau cadangan untuk memastikan pasokan terus terjaga melalui impor.

Di lain pihak, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau yang akrab disapa Buwas tidak menyetujui impor beras. Sebab kata dia, kini masih banyak beras impor sejak tahun 2018 yang belum terpakai sehingga turun mutunya.

Dia menjelaskan, Bulog masih memiliki stok beras impor dari pengadaan tahun 2018 lalu. Adapun dari total pengadaan sebanyak 1.785.450 ton beras, masih tersisa 275.811 ton beras belum tersalurkan. Dari jumlah tersebut, 106.642 ton di antaranya merupakan beras turun mutu. Pihaknya kini telah melaporkan hal itu ke Presiden.

“Kami sudah lapor ke presiden saat itu, beras impor kami saat Maret tahun lalu (stoknya) 900 ribu ton sisa dari 1,7 juta ton, sekian juta ton beras impor, jadi sudah menahun kondisinya,” ujar Buwas dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI, Senin (15/3/2021) kemarin.

Bagikan berita ini:
3
9
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar