Presiden Ajak Benci Produk Asing, Eh… Malah Impor Beras 1 Juta Ton

Selasa, 16 Maret 2021 18:35
Belum ada gambar

ILUSTRASI Stok beras di gudang Bulog -- jawa pos

Buwas menilai, meskipun beras turun mutunya, namun masih layak dipakai. Akan tetapi harus dicampur dengan beras lokal agar kualitasnya tetap terjaga.

“Layak pakai tapi harus di-mix dengan beras dari dalam negeri,” katanya.

Namun, cara mencampur beras impor dan dalam negeri itu memerlukan waktu lebih panjang. Untuk itu, penyalurannya pun jadi lebih lambat. Penyebab lain, beras impor kurang terserap di masyarakat adalah karena rasanya kurang cocok di lidah orang Indonesia.

“Permasalahannya ada kesalahan saat impor lalu rata-rata taste-nya pera, nggak sesuai dengan taste masyarakat kita, sehingga jadi permasalahan,” imbuh Buwas.

Kebijakan impor beras ini bertolak belakang dengan pernyataan Presiden Jokowi tentang ajakan mencintai produk lokal sekaligus membenci produk asing pada Maret 2021 lalu.

Presiden Jokowi menggaungkan untuk mencintai produk dalam negeri atau lokal dan membenci produk luar negeri atau asing saat rapat kerja nasional Kementerian Perdagangan 2021 di Istana Negara pada 5 Maret 2021 lalu.

Menurutnya, membenci produk asing agar masyarakat bisa menjadi konsumen yang loyal kepada produk lokal.

“Bukan hanya cinta, tapi benci. Cinta barang kita, benci produk dari luar negeri. Sehingga betul-betul masyarakat kita menjadi konsumen yang loyal sekali lagi untuk produk-produk Indonesia,” ujarnya saat itu.

Dia mengimbuhkan, dengan penduduk Indonesia sebanyak 270 juta jiwa, seharunya masyarakat Indonesia lebih mencintai produk dalam negeri.

Bagikan berita ini:
2
9
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar