Evakuasi WNI di Myanmar Dinilai Belum Mendesak

Rabu, 17 Maret 2021 08:40

Pengunjuk rasa menggelar aksi protes terhadap kudeta militer di Kota Yangon, Myanmar, Sabtu (6/2/2021). Mereka menuntut ...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Upaya evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari wilayah konflik di Myanmar masih belum terlalu mendesak. Sebab wilayah di mana mayoritas WNI tinggal dalam kondisi aman.

Kementerian Luar Negeri dalam keterangan tertulisnya menilai belum mendesak mengevakuasi WNI dari Myanmar.

Berdasarkan hasil pertemuan daring antara Kemlu RI, KBRI Yangon, dan WNI yang tinggal Myanmar, diperoleh informasi bahwa kondisi WNI di negara itu relatif aman dan tidak ada serangan langsung yang ditujukan kepada para WNI.

“Meskipun demikian, bagi WNI yang tidak memiliki keperluan esensial di Myanmar diimbau agar mempertimbangkan untuk pulang ke Indonesia melalui relief flight (penerbangan yang diperbantukan) yang masih tersedia yaitu Singapore Airlines dan Myanmar Airlines,” demikian keterangan tertulis Kemlu RI, Selasa (16/3).

Saat ini tercatat sekitar 50 WNI telah pulang menggunakan penerbangan khusus.

KBRI Yangon telah menyiapkan Sekolah Indonesia Yangon sebagai lokasi perlindungan (shelter) sementara bagi WNI. Kemlu dan KBRI juga akan membantu pengurusan penerbangan carter jika memang opsi tersebut diminati para WNI.

“Kemlu dan KBRI terus memonitor perkembangan terakhir dan telah menyediakan akses hotline untuk membantu para WNI,” lanjut Kemlu.

Berdasarkan laporan Reuters, pasukan keamanan Myanmar menembak mati sedikitnya 20 pengunjuk rasa pro demokrasi pada Senin (15/3) dan junta memberlakukan darurat militer di beberapa bagian kota utama Yangon.

Komentar


VIDEO TERKINI