Miris… Bandar Narkoba Justru Bisa Beli Rumah saat Ditahan di Lapas

Rabu, 17 Maret 2021 22:31

ILUSTRASI. (INT)

FAJAR.CO.ID — Anggota Komisi III DPR RI, Santoso, meminta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly untuk tegas menindak para bandar yang mengendalikan peredaran narkoba dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

“Di tahun 2021 harus lebih maksimal dilakukan. Bukan rahasia umum bahwa para bandar setelah ditangkap, lebih nyaman dan bahkan lebih leluasa mengendalikan narkoba dibandingkan saat mereka di luar lapas,” kata Santoso saat rapat kerja dengan Menkumham, di Jakarta, Rabu (17/3/2021).

Santoso mengatakan, laporan Menkumham sebanyak 643 bandar narkoba yang dilakukan pengawasan ketat hingga di Lapas Nusakambangan juga belum maksimal.

Ke depannya, kata Santoso, lebih banyak bandar narkoba yang diawasi secara ketat oleh Kemenkumham.

Santoso mencontohkan di lingkungan tempat tinggalnya, terdapat seorang bandar kecil narkoba.

Sebelum ditangkap penegak hukum, bandar itu hanya tinggal di rumah kontrakan. Namun, saat ditahan di lapas, bandar itu mampu membeli rumah tempat tinggal.

“Ini kenyataan dan mesti ada tindakan nyata dari Menteri,” ujar Santoso lagi.

Selain itu, Santoso juga menyoroti penempatan para pegawai Kemenkumham di lapas yang terlihat tidak sesuai dengan prosedur berlaku.

“Pergeseran dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, jangan mulai dari pegawai sampai pensiun di lapas terus, karena di lapas menjadi tempat mapan,” kata Santoso.

Komentar


VIDEO TERKINI