Relaksasi PPnBM Bisa Picu Persaingan Tak Sehat antar ATPM

Rabu, 17 Maret 2021 20:47

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Relaksasi Pajak Pembelian Barang Mewah (PPnBM) dikhawatirkan bisa memicu persaingan tak sehat diantara Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM).

Hal itu disampaikan oleh Peneliti Institute Development for Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Rabu (17/3).

Bagaimana persaingan tidak sehat itu terjadi?

Menurut Bhima, perluasan relaksasi PPnBM akan menyasar pada level kendaraan kelas menengah, dengan kapasitas 1.500 cc hingga 2.500 cc yang memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) atau lokal konten diatas 70 persen.

Persaingan tak sehat itu muncul karena tak semua ATPM memiliki kendaraan yang sesuai dengan kategori tersebut.

“Kebijakan PPnBM mobil juga syarat kepentingan dari produsen mobil yang dekat dengan kekuasaan. Jelas disini KPPU (Komite Pengawas Persaingan Usaha) harus masuk untuk mengkaji apakah ada persaingan usaha yang tidak sehat antar ATPM,” ujar Bhima.

Tak hanya itu saja, kebijakan perluasan relaksasi PPnBM juga disebutnya tidak tepat karena bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah soal mobil listrik.

Menurut Bhima, pemerintah seolah setengah hati untuk mengembangkan ekosistem mobil listrik jika masih terpaku pada kendaraan konvensional berbahan bakar fosil.

“Ini kebijakan yang aneh, karena industri otomotif bakal jalan ditempat. Padahal era otomotif itu ya mobil listrik tapi pemerintah seperti bingung sendiri karena yang didorong adalah insentif untuk mobil berbahan bakar fosil,” pungkasnya.

Bagikan berita ini:
2
9
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar