Gerak Cepat KPK di Kasus Suap Lobster Berbanding Terbalik di Bansos Covid, IPW: Seolah Mereka Dibackup Orang Kuat

Kamis, 18 Maret 2021 16:59

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane -- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengaku curiga dan heran kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kecurigaan itu terkait dengan lambatnya lembaga antirusuah itu memanggil dan memeriksa Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry.

Pemeriksaan tersebut perihal dengan kasus korupsi bantuan bansos Covid-19 yang menyeret eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara.

Sementara itu dalam kasus korupsi benur lobster yang dilakukan eks Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo, KPK langsung sigap dan cepat.

“Kasus impor benur, KPK begitu cepat dan sigap memanggil jenderal polisi, yakni Komjen (Purn) Antam Novambar sebagai saksi, tapi KPK lembek memanggil kasus korupsi Bansos Covid-19 ini jadi pertanyaan,” jelasnya kepada Pojoksatu.id, Kamis (18/3/2021).

Kerena itu, Neta berharap lembaga di bawah pimpinan Firli Bahuri itu secepatnya memeriksa politisi berlatar belakang Partai PDIP tersebut.

Menurutnya, takutnya lembaga di bawah pimpinan Firli Bahuri itu seolah takut dan terkesan anak buah Megawati Soekarnoputri itu dibeking oleh penguasa.

“Jangan takut periksa Herman Heri dan Achsanul seolah mereka dibackup oleh orang orang kuat di negeri ini,” tuturnya.

Tak hanya itu, Neta juga meminta KPK memeriksa Ihsan Yunus yang juga kader partai berlambang kepala banteng itu.

Kemudian, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi yang juga diduga terlibat dalam kasus korupsi tersebut.

Komentar


VIDEO TERKINI