Wacana Jokowi Cawapres Prabowo, Prof Jimly Asshiddiqie: Pasti Pak Jokowi Lebih Tersinggung Lagi

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wacana jabatan presiden 3 periode, Jokowi berpasangan dengan Prabowo, hingga Jokowi cawapres Prabowo 2024 terus bergulir.

Guru besar ilmu uukum tata negara Universitas Indonesia (UI) Prof Jimly Asshiddiqie memberikan pandangannya terkait wacana tersebut.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengomentari pernyataan Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari yang mengusulkan agar Jokowi berpasangan dengan Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.

“Apa pengamat politik seperti ini yang disebut oleh Pak Jokowi sebagai (1) mencari muka, (2) menampak muka, atau (3) mau menjerumuskan Pak Jokowi?,” kata Jimly, dikutip Pojoksatu.id dari akun Twitter miliknya, @JimlyAs, Rabu (17/3).

Anggota DPD RI ini membagikan tautan berita berjudul “Pengamat Politik Muhammad Qodari Usul Pasangan Jokowi-Prabowo 2024: Untuk Hadapi Polarisasi”.

Cuitan Jimly mendapat beragam komentar dari warganet. Ada yang bertanya bagaimana kalau dibalik menjadi Jokowi cawapres Prabowo. Prabowo jadi calon presiden dan Jokowi menjadi calon wakil presiden.

“Ini lebih keterlaluan, bukan dari segi hukum tapi etika bernegara. Pasti pak Jokowi lebih tersinggung lagi,” tegas Jimly.

Sebelumnya, pengamat politik dari Indo Barometer Muhammad Qodari mengusulkan pasangan Jokowi-Prabowo maju dalam pemilu 2024. Hal itu untuk menghindari terjadinya polarisasi yang terjadi di tengah masyarakat.

“Saya deklarator Jokowi-Prabowo pada 2024 untuk menghindari polarisasi,” kata Qodari saat diwawancara di Kompas TV, Selasa (16/3/2021).

  • Bagikan