Kesal Indonesia Dipaksa Mundur dari All England, Menpora Minta Presiden BWF Diganti

Jumat, 19 Maret 2021 17:29

Zainudin Amali

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia kecewa dengan sikap dari badan bulu tangkis dunia, BWF.

Menpora Zainudin Amali pun mendesak kepada National Olympic Committee (NOC) dan PP PBSI untuk menyuarakan adanya perubahan di BWF.

“Saya minta kepada NOC dan PBSI, suarakan agar ada reformasi di BWF. Kejadian ini bukan tanpa kesengajaan, tetapi ini ada kesengajaan,” ungkapnya dalam jumpa pers, Jumat (19/3).

Pemerintah berani menegaskan hal itu karena sudah melakukan pembicaraan dengan tim Indonesia yang saat ini sedang dikarantina di Inggris. Ada unsur kesengajaan, agar Indonesia tak bersaing di ajang All England 2021.

Berlindung di balik aturan Covid-19 di Inggris, mereka pun menyingkirkan pebulu tangkis Indonesia, namun mereka yang sudah berinteraksi dan bermain lawan Indonesia, diperlakukan berbeda.

“Jadi ini sengaja, untuk menyingkirkan Indonesia. Jangan sampai preseden buruk ini berulang karena kesalahan BWF yang tidak profesional dan masih asal-asalan,” tuturnya.

Tim Indonesia pun merasakan ketidakadilan dalam perlakukan. Misalnya, saat peserta dari negara lain dites swab PCR positif, kemudian selang beberapa jam disuruh tes sendiri, dan negatif hasilnya jadi bisa bermain.

Sementara, Indonesia berbeda, padahal sudah divaksinasi dua kali, kemudian saat berangkat dan mendarat di swab dan negatif seluruhnya.Hanya, karena alasan ada penumpang yang satu pesawat dengan atlet Indonesia terkonfirmasi positif Covid-19, maka harus dikarantina dahulu semuanya yang satu pesawat.

Padahal, pemain Indonesia sudah bertanding, hasilnya bagus dan lolos ke babak berikutnya.

Namun, mereka yang interaksi dengan Atlet Indonesia baik wasit, pemain ataupun panitia yang mendampingi, tak mendapatkan perlakukan yang sama dengan atlet Indonesia.

“Ganti presidennya BWF (Poul Erik Hoyer Larsen) atau apalah, karena Indonesia sudah dirugikan sekali di sini,” tandas Amali. (dkk/jpnn)

Bagikan berita ini:
2
2
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar