Mahasiswa Terima Rp12 Juta Per Semester, Anggaran KIP Kuliah Naik

Jumat, 19 Maret 2021 11:38

Mendikbud Nadiem Makarim. Ilustrasi Foto: Humas Kemendikbud

Harapan bisa segera melaksanakan PTM juga disampaikan Mendikbud Nadiem Makarim dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR kemarin (18/3). Dia mengungkapkan sejumlah alasan pembukaan sekolah setelah vaksinasi guru dan tenaga kependidikan rampung.

Menurut Nadiem, Indonesia sangat tertinggal dalam kebijakan pembukaan sekolah. Dari 23 negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik, 85 persen sudah membuka sekolah untuk PTM. ”Kita tertinggal. Kita hanya 15 persen yang partially open,” ujarnya. Dia juga membandingkan dengan Amerika Serikat (AS) yang sejatinya memiliki eskalasi kasus Covid-19 lebih parah, tetapi sudah membuka sekolah dengan jumlah lebih banyak. Setidaknya, sudah sekitar 40 persen sekolah di sana yang melaksanakan PTM. Padahal, di Indonesia, kebijakan PTM tak lagi bergantung pada zona kasus Covid-19. Sejak awal tahun, pembukaan sekolah diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah. Tentu dengan memperhatikan sejumlah syarat yang ditetapkan Kemendikbud. Kebijakan itu sejalan dengan kondisi anak-anak yang semakin memprihatinkan. Bukan hanya ketinggalan pelajaran, melainkan juga kasus putus sekolah hingga pernikahan dini.

Nadiem yakin pembukaan sekolah lebih aman setelah vaksinasi guru dan tenaga kependidikan rampung. Sebab, menurut data, risiko tinggi Covid-19 umumnya didapati pada kelompok usia 31–51 tahun. Sementara itu, risiko pada anak relatif rendah dan secara umum bergejala ringan. Selain itu, transmisi Covid-19 pada anak sebetulnya terjadi dalam kegiatan sosial di luar ruang kelas, bukan di dalam kelas. Itu pun mereka tertular dari orang dewasa.

Komentar