Vaksin AstraZeneca Mengandung Zat Babi, MUI Nyatakan Haram Tetapi Membolehkan

Jumat, 19 Maret 2021 23:00

Ilustrasi vaksin

FAJAR.CO.ID — MUI telah mengeluarkan fatwa No.13 tahun 2021 tentang kehalalan suntik vaksin pada bulan ramadan.

Kini, MUI mengeluarkan fatwa No.14 tahun 2021 tentang keharaman vaksin AstraZeneca.

Ketua Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh menyatakan bahwa vaksin tersebut haram sebab mengandung zat babi.

“Vaksin AsrtaZeneca mengandung tripsin (kandungan babi) dalam proses pembuatannya,” ungkapnya dalam jumpa pers secara daring, Jumat (19/3/2021).

Vaksin AstraZeneca diisukan menjadi penyebab pembekuan darah. Karenanya di beberapa negara sempat menunda penggunaannya, termasuk Indonesia.

Tetapi hal ini dibantah oleh Koordinator Tim Pakar dan Jubir Pemerintah Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito.

“Terkait dengan vaksin AstraZeneca memang pada saat ini ada penundaan yang sifatnya sementara dikarenakan asas kehati-hatian,” ujar Wiku Adisasmito saat jumpa pers virtual, Selasa lalu (16/3/2021).

Dia melanjutkan, alasan untuk melakukan penundaan bukan semata-mata adanya temuan pembekuan darah oleh beberapa negara melainkan pemerintah ingin lebih memastikan keamanan dan ketepatan kriteria penerima vaksin AstraZeneca.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca aman digunakan, bahkan mempunyai manfaat yang lebih besar.

“Manfaat pemberian vaksin Covid-19 AstraZeneca lebih besar dibandingkan risiko yang ditimbulkan, sehingga vaksin Covid-19 AstraZeneca dapat mulai digunakan,” urai BPOM dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/3/2021).

Karenanya, meski mengharamkannya, MUI memperbolehkan penggunaan vaksin AstraZeneca, berikut beberapa syarat ketat yang harus dipenuhi.

Komentar


VIDEO TERKINI