Raja Sapta Oktohari Akan Laporkan BWF ke Arbitrase Internasional

Sabtu, 20 Maret 2021 09:40

Foto: Ilustrasi pixabay.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC), Raja Sapta Oktohari akan melaporkan kasus yang dialami tim bulutangkis Indonesia di All England 2021 ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS).

“Kami melihat apa yang dilakukan BWF sangat tidak profesional. Kami sudah komunikasi dengan PBSI, Kemenpora, Kemenlu, Asian Badminton Federation dan kami akan teruskan skandal ini ke Pengadilan Arbritase Olahraga Internasional,” kata Raja Sapta Oktohari di Jakarta, Sabtu (20/3/2021).

Sebelumnya tim Indonesia dipaksa mundur dari ajang turnamen All England setelah 2021. Hal itu dikarenakan, saat penerbangan ke Inggris pada Sabtu (13/3) lalu, terdapat penumpang yang dinyatakan positif covid-19 dalam pesawat ditumpangi tim Indonesia.

BWF pun sebelumnya memberikan pernyataan bahwa tim Indonesia tak bisa melanjutkan turnamen All England setelah mendapatkan email dari National Health Service (NHS) Pemerintah Inggris untuk melakukan isolasi selama 10 hari.

“Karena apa yang dilakukan [BWF] telah melukai masyarakat indonesia, yang notabene merupakan aset terbesar cabor badminton. Apa begini BWF menjaga aset terbesarnya,” tegasnya.

Raja Sapta Oktohari berharap BWF meminta maaf dan bertanggung jawab terhadap atlet Indonesia yang sampai hari ini masih dikarantina di Birmingham.

“Kami akan teruskan stakeholder ke OCA [Dewan Olimpiade Asia] dan IOC [Komite Olimpiade Internasional] supaya kejadian tidak terulang. Target utama kita memastikan apa yang terjadi di Indonesia tidak diulangi oleh BWF dan BWF harus tanggung jawab atas kelalaian dan keteledoran,” punkasnya. (der/fin)

Komentar


VIDEO TERKINI