Dugaan Korupsi Pengelolaan Pasar Butung, Kejari Ungkap Sejumlah Fakta

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan Pasar Butung terus didalami Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar. Di mana pihak pengelola yakni Koperasi Serba Usaha (KSU) Bina Duta disebut tidak pernah membayarkan sewa atau jasa produksi atas 37 kios yang terletak di basement Pasar Butung kepada PD Pasar sejak Januari 2019 hingga saat ini.

Kasus yang saat ini telah memasuki tahapan penyidikan pertanggal 13 Januari 2021, sudah terperiksa lebih dari 10 saksi. Mereka adalah pihak terkait, mulai dari PD Pasar, KSU Bina Duta, hingga pedagang.

Berikut fakta-fakta terkait kasus dugaan korupsi atas pengelolaan Pasar Butung:

  1. Kerugian keuangan negara

Kepala Kejari Makassar, Andi Sundari mengatakan, setelah melakukan penyelidikan, pihaknya meyakini tentang adanya kerugian keuangan negara.

“Alat bukti yang sudah ada, itu saksi dan ahli, tinggal untuk meyakinkan kita kalau ada kerugian keuangan negara, karena penyidik meyakini itu. Sementara kita koordinasikan dengan BPK (Bada Pemeriksa Keuangan) untuk penghitungan kerugian keuangan negara,” ungkap Andi Sundari, Kamis (18/03/2021).

Ia menjelaskan, setelah penyidikan selesai dilakukan, ada beberapa tahapan lagi yang harus dilalui sebelum menentukan dugaan adanya tindak pidana. Mulai ekspose perkara hingga hasil perhitungan kerugian keuangan negara.

“Kalau semua selesai, kita harap bisa segera menetapkan tersangkanya,” terang dia.

  • Bagikan