Gubernur Ini Berani Tolak Beras Impor Masuk ke Wilayahnya

Senin, 22 Maret 2021 20:48

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (dok JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Rencana pemerintah pusat melakukan impor beras mendapat respons dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dia menegaskan daerah yang dimpimpinnya tidak perlu beras impor. Itu karena kondisi stok cukup dan aman hingga akhir Mei 2021.

’’Bahkan sekarang sedang surplus sehingga tidak ada kebutuhan Jatim untuk suplai beras impor,’’ ujarnya kepada wartawan Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Senin (22/3), seperti dikutip dari Antara.

Jatim, kata dia, bisa mencukupi kebutuhan pangan dan mampu menjaga kestabilan harga gabah di tingkat petani.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, surplus beras di Jatim akan terjadi karena sampai semester satu luas panen dihitung asumsi hingga April sebesar 974.189 hektare dengan asumsi produksi beras 3.053.994 ton.

’’Jadi, berdasarkan prediksi dan hitungan kami, di Jatim akan ada surplus 902.401 ton. Dengan jumlah itu, maka Jatim tidak perlu ada suplai beras impor. Stok beras kita sangat melimpah. Bahkan saat ini tim satgas pangan sedang keliling untuk menyerap padi dan beras produksi panen,’’ ucap dia.

Selain itu, berdasarkan prognosa ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok Januari 2021 sampai April 2021, ketersediaan beras diasumsikan tercukupi, bahkan tren harga beras terjaga stabil.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu menjelaskan, angka ketersedian beras yang disebutkan di atas masih belum dihitung tambahan luas panen Mei dan Juni, dengan luas lahannya 295.118 hektare dan produksi 1.008.779 ton. ’’Sehingga produksi beras Jawa Timur sampai dengan semester satu adalah 1.911.180 ton,’’ kata mantan Menteri Sosial itu.

Komentar


VIDEO TERKINI