Kasus Demokrat, Mardani Ali Sera: Sangat Jarang Terjadi di Negara Demokrasi Mapan

Senin, 22 Maret 2021 13:49

Mardani Ali Sera

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Politikus PKS Mardani Ali Sera meyebutkan, kasus yang terjadi di Demokrat bisa membahayakan demokrasi, andai konflik di partai pemenang Pemilu 2009 itu tidak dikelola dikelola dengan hati-hati.

“Situasi yang jelas tidak sesuai dengan semangat penguatan partai sebagai salah satu institusi terpenting dalam demokrasi,” tulis Mardani di Twitter akun @mardanialisera, Senin (22/3).

Anggota Komisi II DPR itu menyebutkan, siapapun yang berniat menggerogoti dan menghancurkan sebuah parpol ialah pihak antidemokrasi.

Pihak tersebut, kata Mardani, bisa dikategorikan juga sebagai elemen yang tidak memiliki kepribadian terhadap demokrasi.

“Melihat partai hanya sekadar untuk mendapatkan kekuasaan,” beber pria Jakarta itu.

Kemudian Mardani menyinggung seseorang yang berada di pucuk pimpinan tanpa melalui proses kaderisasi.

“Sesuatu hal yang luar biasa dan sangat jarang terjadi di negara-negara demokrasi yang mapan,” tutur alumni Universitas Indonesia itu.

Mardani mengatakan, partai yang sehat merupakan institusi yang terlembaga. Kemudian parpol yang sehat sebisa mungkin terbebas dari kepentingan individu.

“Semakin partai mengedepankan aturan main, maka akan semakin modern, dan ketika semakin modern, dia (partai, red) akan menjadi kokoh dalam membela demokrasi,” ujar dia. (jpnn/fajar)

Komentar