Belum Lima Tahun Jadi Eks Koruptor, Yusak Yaluwo Batal Jadi Bupati Boven Digoel

Selasa, 23 Maret 2021 18:19

PUTUSAN MK: Suasana sidang di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Polemik terkait definisi jeda lima tahun bagi calon kepala daerah eks terpidana korupsi akhirnya berakhir.

Dalam putusan tadi malam (22/3), Mahkamah Konstitusi (MK) memberikan kepastian dengan membatalkan Yusak Yaluwo sebagai bupati terpilih Boven Digoel. Yusak dinilai belum menyelesaikan masa jeda lima tahun sebagai eks terpidana kasus korupsi.

Sebelumnya KPU dan Bawaslu berbeda pendapat terkait definisi itu. KPU memandang bahwa masa jeda harus dihitung sejak yang bersangkutan bebas murni dan tidak menjalani masa percobaan.

Sementara Bawaslu berpendapat, masa jeda terhitung sejak seseorang keluar dari penjara. Akibat perbedaan tersebut, Bawaslu mengembalikan status Yusak sebagai pasangan calon setelah sempat dibatalkan KPU.

Namun, dalam pertimbangannya, MK menilai keputusan Bawaslu itu tidak tepat. Dalam penafsiran MK, yang dimaksud masa jeda lima tahun berarti sudah menyelesaikan secara penuh sesuai amar putusan pengadilan.

”Melalui putusan ini pula, mahkamah perlu menegaskan,” ujar hakim MK Wahiduddin Adams.

Putusan MK, kata Wahiduddin, bisa menjadi dasar jika ada kasus serupa ke depannya.

Dengan demikian, lanjut Wahiduddin, Yusak baru bisa disebut selesai menjalani masa hukuman pada 26 Januari 2017. Berbeda dengan penafsiran Bawaslu yang menyebut 7 Agustus 2014. Dengan demikian, jeda lima tahun bagi Yusak baru tuntas pada 26 Januari 2022.

Dengan pertimbangan itu, MK juga memutuskan bahwa pilkada di Boven Digoel harus dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) secara penuh. Sebab, dalam prosesnya telah terjadi pelanggaran dalam masa pencalonan.

Bagikan berita ini:
9
1
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar