Golkar dan Nasdem Tolak Bahas RUU Pemilu, Politikus Demokrat: Mereka Sepertinya Ketakutan

Selasa, 23 Maret 2021 20:56

Cipta Panca Laksana (Foto: by @panca66)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya menyetujui 33 rancangan Undang-undang (RUU) masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021 dalam rapat paripurna, Selasa (23/3/2021).

Tak ada Revisi Undang-undang tentang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) dalam daftar Prolegnas 2021 yang disetujui oleh DPR dan Pemerintah itu.

Kader Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana mengatakan sejak awal pihaknya telah mendorong agar UU Pemilu yang ada direvisi.

Usulan pembahasan itu bahkan pernah disetujui dua partai di pemerintahan, Golkar dan Nasdem. Hanya saja, dalam perjalanannya kedua partai itu memilih untuk tak mendukung RUU Pemilu masuk dalam Prolegnas.

“Sebenarnya revisi UU Pemilu ini didukung juga sama Golkar dan Nasdem awalnya. Tapi begitu pakde nga mau, Golkar dan Nasdem balik badan,” kata Cipta dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Selasa (23/3/2021).

Soal perubahan sikap kedua partai itu, Cipta menduga ada ketakutan di internal keduanya. Terlebih sejak awal PDIP dengan tegas menolak UU Pemilu direvisi.

“Walaupun merugikan mereka, tapi mereka sepertinya ketakutan,” sebutnya.

Diketahui, salah satu yang paling disoal dalam UU Pemilu adalah pelaksanaan Pilkada dan Pemilu (Pilpres dan Pileg) secara serentak tahun 2024 mendatang. Demokrat dan PKS berharap pilkada 2022 dan 2023 tetap digelar.

Sebelumnya, DPR RI mengesahkan 33 rancangan atau revisi undang-undang (UU) yang masuk Prolegna Prioritas 2021. Pemerintah dan DPR RI pun sepakat menghapus RUU Pemilu dalam Prolegnas Prioritas 2021.

Pengesahan RUU Prolegnas Prioritas 2021 dilakukan salam Rapat Paripurna hari ini di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/3/2021). Rapat paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Badan Legislasi (Baleg) menyatakan pihaknya dan pemerintah sepakat 33 RUU yang menjadi Prolegnas Prioritas 2021. Pengambilan keputusan tingkat II pun dilakukan dalam rapat paripurna.

“Marilah kita bersama-sama untuk mengambil keputusan dalam sidang paripurna ini untuk kemudian kita dapat menyetujui laporan ketua baleg DPR RI mengenai penetapan Prolegnas RUU Prioritas 2021 dan apakah dapat kita setujui?” tanya Dasco.

“Setuju,” jawab anggota DPR dalam ruang paripurna.(msn/fajar)

Bagikan berita ini:
7
9
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar