Harga Cabai Bak “Emas Merah”, Petani Jaga Lahan 24 Jam

Selasa, 23 Maret 2021 18:02

FOTO: SOFYAN KURNIAWAN/JAWA POS RADAR MOJOKERTO

Sistem penjagaan pun diterapkan secara ketat 24 jam. Anggota keluarga pemilik lahan biasanya bergantian berjaga. Terutama pada malam hari. ”Bukan tidur di ladang, tapi berjaga di gubuk. Ada yang bawa lampu, ada juga yang bawa genset,” ujarnya.

Arik Susanto, petani lain di Cinandang, juga harus mengantisipasi kemungkinan adanya maling karena lahannya berada di pinggir jalan. ”Kalau sedang tidak hujan, malah banyak yang tidur di badan jalan itu,” ungkapnya.

Model pencurian lombok memang beragam. Di depan sebuah rumah makan di Sukoharjo, Jawa Tengah, contohnya, dua pot tanaman cabai dicuri belum lama ini. Padahal, di sekitar tempat makan favorit Presiden Joko Widodo tersebut, banyak warga yang menanam lombok di pekarangan rumah.

Lain lagi di Banyuwangi, Jawa Timur, kabupaten tempat isu lombok berlumur cat berembus. Sebuah video yang diunggah di Facebook memperlihatkan aksi seorang ibu mengutil lombok di lapak milik Cindira Lestaluhu di Pasar Sumberayu, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar.

Dalam video berdurasi 2 menit 9 detik itu, tampak seorang perempuan yang berkerudung panjang berwarna hitam dengan corak putih, bermasker kain, dan membawa tas kecil mengutil cabai rawit. Caranya, tas dimasukkan ke dalam kerudung, kemudian tangannya mengeruk cabai dan dimasukkan ke tas. Dia berusaha mengecoh pedagang dengan membeli barang dagangan lain.

Komentar