Harga Cabai Bak “Emas Merah”, Petani Jaga Lahan 24 Jam

Selasa, 23 Maret 2021 18:02

FOTO: SOFYAN KURNIAWAN/JAWA POS RADAR MOJOKERTO

Meski sudah mengetahui aksi perempuan berumur sekitar 40–50 tahun tersebut, Cindira tetap berfokus merekam aksi si ibu dengan ponsel miliknya. Aksi pada Rabu (17/3) itu merupakan yang ketiga. Sebelumnya, si ibu yang identitasnya tidak diketahui tersebut melakukannya pada Rabu dua pekan lalu (6/3) dan Kamis sepekan kemudian (11/3). ”Saat kejadian pertama, saya tidak curiga. Dia duduk di bawah cabai rawit dan bertransaksi seperti biasa. Setelah dia pergi, ada 1 kilogram cabai rawit milik saya yang raib,” ungkap Cindira kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Nah, setelah merekam aksi ketiga tersebut, baru Cindira menegur. Saat ditegur, si ibu terlihat pasrah dan mengakui perbuatannya. Seluruh pedagang juga ikut menceramahi ibu tersebut. Kemudian, dia mengeluarkan tasnya dan mengembalikan seluruh cabai rawit yang sudah dikeruk. ”Tidak mengatakan apa-apa, langsung pergi meninggalkan pasar,” ucapnya.

Cindira juga sudah memaafkan perbuatan perempuan tersebut meski telah mencuri 2 kilogram cabai rawit dagangannya. Dia memilih tidak melapor kepada polisi dan menghapus video yang diunggahnya di Facebook yang awalnya dimaksudkan untuk memberi efek jera. ”Saya sudah ikhlas. Mungkin ibu itu sangat butuh cabai untuk memasak dan pasti juga punya keluarga yang menunggunya di rumah,” katanya.

Di Grabagan, Kapolsek Iptu Agus Setiono menyatakan bahwa sejauh ini belum ada laporan pencurian cabai yang masuk di wilayah hukumnya. ”Selama ini belum sampai ada laporan pencurian cabai. Para petani hanya antisipasi,” jelas dia.

Komentar