Marzuki Alie Urung Gugat AHY, Kamhar Lakumani: Tanpa SBY dan Demokrat, Dia Bukan Siapa-siapa

Rabu, 24 Maret 2021 17:13

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Marzuki Alie Cs mencabut gugatan perbuatan melawan hukum terhadap Ketum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (23/3/2021).

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menghargai langkah hukum yang ditempuh Marzukie Alie dkk untuk mencabut gugatan terhadap AHY.

“Mungkin mereka telah menyadari bahwa sengketa dalam partai menjadi domain Mahkamah Partai atau sebutan lainnya sebagaimana diatur dalam UU No. 2 tahun 2011 sebagai perubahan atas UU No. 2 tahun 2008 tentang Partai Politik,” kata Kamhar dalam keterangan tertulis yang diterima fajar.co.id, Rabu (24/3/2021).

Namun, lanjut Kamhar, jika argumentasi yang menjadi dasar pencabutan dari kelompok Marzuke Alie dkk bahwa kepengurusan AHY telah demisioner pasca KLB abal-abal yang mereka lakukan.

Argumentasi ini bertentangan dengan tindakan mereka yang membuat laporan justru setelah kegiatan abal-abal tak berizin dan tak memiliki legal standing yang mereka sebut sebagai KLB tersebut. Jadi ada kontradiksi dan mencla-mencle.

“Kader dan publik juga memahami, dia bukan siapa-siapa jika tanpa SBY dan Partai Demokrat. Pak SBY dan Partai Demokrat lah yang telah memberinya kesempatan untuk menempati ruang pengabdian yang sangat istimewa dan luar biasa di negeri ini sebagai Ketua DPR,” sindirnya.

Sehingga jika Marzuki merasa karena telah berkeringat dalam membantu perjuangan, menurut Kamhar, yang lebih berkeringat dari dia banyak. Tanpa Marzuki Alie, SBY tetap terpilih sebagai Presiden di 2004 dan 2009, demikian pula capaian Partai Demokrat. Jadi Marzuki dianggap bukan variabel penting.

Termasuk pula yang sering disampaikannya ke publik bahwa pada 2015 saat Kongres Partai Demokrat di Surabaya Marzuki dihalangi untuk maju sebagai Caketum.

“Kami luruskan, segenap kader saat itu yang meminta secara aklamasi agar Pak SBY kembali memimpin Partai Demokrat. Tak mungkin kader memercayakan kepada Marzuki Alie yang sebelumnya mengikuti konvensi Capres yang saat itu sedang menjabat sebagai Ketua DPR RI yang malah tak lolos sebagai Caleg DPR RI dari Dapil DKI 3,” paparnya.

Bukan hanya tak lolos, capain 3 kursi pada Pemilu sebelumnya pun semua hilang. Jadi Marzuki Alie kehilangan legitimasi politik dengan sendirinya. Tak mungkin kader memberi kepercayaan kepadanya menjadi Ketum. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
5
6
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar