Menjawab Kerinduan Penggila Bola Tanah Air

Rabu, 24 Maret 2021 00:03

Piala Menpora 2021 (Foto: Liga Indonesia Baru)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—Keputusan sulit diambil Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) setahun yang lalu ketika harus menghentikan Shopee Liga 1 yang baru berjalan tiga pekan. Sejak saat itu, tidak ada lagi aksi-aksi para bintang Liga Indonesia yang bisa dinikmati di negeri penggila bola ini.

Pertandingan PS TIRA-Persikabo vs Persita, PSM Makassar vs Barito Putera, dan Persib Bandung vs PSS Sleman, 15 Maret tahun lalu menjadi sajian penutup kisah singkat musim liga 2020. Meski awalnya hanya diumumkan ditunda dua pekan, pada akhirnya pandemi Covid-19 membuat Liga 1 dan Liga 2 tak kunjung dilanjutkan.

Sempat diwacanakan akan digulirkan kembali pada Oktober 2020, rencana itu menguap seiring makin banyaknya warga yang terpapar Covid-19. PSSI setidaknya mengirim tiga surat kepada Kepolisian untuk meminta izin menggulirkan kompetisi. Surat pertama dikirim pada 1 Oktober 2020, lalu 1 November 2020, dan kemudian 1 Februari 2021. Akan tetapi, angka positif Covid-19 yang terus bertambah membuat Kepolisian tak berani mengabulkan permintaan PSSI.

Tak hanya PSSI, pemain-pemain yang menggantungkan hidup pada sepak bola juga melakukan beragam aksi menuntut kompetisi digulirkan kembali. Puncaknya ketika pada awal Januari mereka secara serentak mengunggah foto di Instagram dan Twitter yang berisi sindiran tentang negara sepak bola paling fanatis, yang tak memiliki kompetisi.

Beberapa elemen suporter yang juga sudah merindukan gocekan bintang kesayangan mereka tak tinggal diam. Mereka berkali-kali mendesak Liga 1 dan Liga 2 dilanjutkan kembali. Tapi hingga 2020 berakhir, izin yang ditunggu PSSI tak kunjung keluar. Dan setelah PSSI mengadakan rapat Exco pada Rabu, 20 Januari 2021, Liga 1 dan Liga 2 Indonesia secara resmi dinyatakan dihentikan.

Akan tetapi, kerinduan seluruh pencinta sepak bola untuk menyaksikan aksi-aksi idola mereka di lapangan hijau akhirnya terobati juga. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berhasil meyakinkan Kepolisian memberikan izin keramaian kepada PSSI untuk menggelar Piala Menpora 2021, Februari lalu.

Meski hanya barlabel turnamen pramusim Liga 1 2021, Piala Menpora yang akan berlangsung 21 Maret-25 April mendatang sudah berhasil menjawab rindu penggila bola di Tanah Air. Dedengkot suporter PSM Makassar, Uki Nugraha atau yang akrab disapa Deng Uki mengaku sangat bersyukur dengan penyelenggaraan Piala Menpora 2021 ini.

“Alhamdulillah geliat sepak bola kita sudah mulai berputar. Ini menjawab rindu penggila sepak bola. Dan syukurlah PSM bisa langsung menang. Ini kebahagian ganda bagi kami karena selain kita bisa kembali menyaksikan pertandingan sepak bola antar-klub di Tanah Air, PSM juga bisa membuka turnamen ini dengan kemenangan,” kata Panglima Laskar Ayam Jantan (LAJ) tersebut, Selasa, 23 Maret.

Pelatih Bhayangkara Solo FC, Paul Munster juga sangat lega dengan dihelatnya Piala Menpora 2021. Menurut pelatih asal Irlandia Utara tersebut, turnamen ini merupakan titik balik bagi persepakbolaan Indonesia.

Seperti kalangan suporter, Munster menyebut Piala Menpora ini menjawab kerinduan insan sepak bola Tanah Air untuk kembali ke lapangan hijau. “Kita semua menantikannya. Sangat menyenangkan sekali ketika ada pertandingan kompetitif,” jelas Munster dikutip dari situs Liga Indonesia Baru.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali dalam sambutannya pada pembukaan Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo mengaku sangat bersyukur turnamen ini bisa dihelat.  

Zainudin pun berharap Piala Menpora ini bisa menggerakkan kembali semangat industri olahraga Indonesia. “Industri sepak bola harus kita gerakan. Kita ingin menggerakan kegiatan di masyarakat termasuk olahraga dan khususnya sepak bola,” kata Menpora.

Piala Menpora sebagaimana tujuan awalnya diharapkan akan menjadi pembuka jalan untuk bergulirnya Liga 1 dan Liga 2 tahun ini. Pasalnya, turnamen berhadiah total Rp4,65 miliar ini menjadi acuan Polri untuk mengeluarkan izin keramaian Liga 1 dan Liga 2.

Kalau Kepolisian melihat turnamen pramusim ini berjalan aman dan protokol kesehatan dijalankan dengan baik, Liga 1 dan Liga 2 2021 kemungkinan besar akan bergulir tahun ini. “Ini sangat menentukan untuk masa depan sepak bola Indonesia. Mari kita jaga komitmen untuk tetap menjaga (mengikuti) protokol kesehatan dengan baik,” kata Zainudin.

Senada dilontarkan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. “Pihak Kepolisian akan melihat bagaimana turnamen pramusim ini berjalan aman dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Jika berjalan baik, Insyaallah Liga 1 dan Liga 2 dapat bergulir. Apabila terjadi sesuatu, pihak Kepolisian sewaktu-waktu dapat mencabut izin yang dikeluarkan,” jelas Iriawan. (amr)

Bagikan berita ini:
2
6
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar